
Menurut data Treasury International Capital (TIC) AS, pembelian bersih asing pada sekuritas AS jangka panjang melonjak sebesar 206 miliar dolar pada bulan April. Lonjakan ini menjadi yang terbesar sejak November 2025. Investor asing tertarik pada berbagai instrumen, termasuk obligasi pemerintah, obligasi korporasi, serta saham dan surat berharga lembaga pemerintah. Hal ini mencerminkan kepercayaan terhadap likuiditas pasar AS dan total aliran masuk dalam satu tahun terakhir yang signifikan.
Secara keseluruhan, aliran masuk asing menutupi sebagian besar defisit perdagangan AS dalam periode 12 bulan. Dengan demikian, meskipun ada ketidakseimbangan perdagangan, arus modal asing yang kuat membantu menjaga kestabilan permintaan terhadap aset AS. Data tersebut menggarisbawahi sinyal bahwa investor internasional melihat AS tetap sebagai tempat penyimpanan nilai yang relatif aman.
Lebih lanjut, kombinasi aliran masuk dan kelebihan yield mendorong imbal hasil jangka menengah ke atas, yang berimbas pada dolar. Analis menunjukkan bahwa dua tahun US-G6 yield spreads konsisten dengan USD yang cenderung menguat menuju level sekitar 102.00 pada DXY. Dalam konteks ini, fundamental ekonomi AS yang lebih kuat mendukung dinamika tersebut dan memperkuat preferensi terhadap aset berdenominasi dolar.
Perbedaan imbal hasil antara US dan negara G6 serta kinerja ekonomi AS yang lebih kuat menjadi pendorong utama bagi dolar. Ketika spread imbal hasil meningkat, daya tarik obligasi AS meningkat, menarik aliran modal masuk yang lebih besar ke sekuritas jangka panjang. Kondisi ini menambah tekanan pada kurs dolar terhadap mitra dagang utama dan memperkuat posisi USD di pasar mata uang global.
Para analis menilai bahwa DXY berpotensi bergerak lebih tinggi jika arus investasi terus berjalan dan kebijakan fiskal maupun moneter AS tetap mendukung reformasi pertumbuhan. Sinyal teknikal menunjukkan kemauan pasar untuk menilai dolar terhadap level-level kunci, meskipun volatilitas tetap ada karena dinamika kebijakan dan risiko global.
Permintaan fundamental terhadap USD tetap kuat seiring fakta TIC menunjukkan inflows yang besar. Investasi asing tidak hanya mempengaruhi obligasi AS, tetapi juga saham dan surat berharga lain yang menjadi bagian dari portofolio global. Kondisi ini menambah bobot pada dolar sebagai mata uang cadangan dunia dalam jangka menengah.
Dalam pandangan jangka menengah, arus masuk asing terhadap sekuritas AS mengindikasikan kepercayaan terhadap ekonomi AS dan kapasitasnya untuk mempertahankan pertumbuhan. Peran imbal hasil yang lebih tinggi dibanding mitra global memperluas basis investor menuju aset-denominasi dolar. Secara keseluruhan, dinamika ini cenderung menopang DXY meskipun risiko gejolak pasar tetap ada.
Namun, gambar risiko global dan perubahan kebijakan bisa mengubah arah aliran modal. Ketatnya kebijakan suku bunga di negara lain juga dapat memperkuat sisi dollar jika investor menganggap dolar sebagai aset tempat perlindungan. Investor tetap memantau perkembangan data ekonomi AS, seperti inflasi, pertumbuhan, dan pergerakan TIC untuk menilai arah pasar.
Kesimpulannya, laporan TIC April menegaskan peran penting aliran modal asing bagi dolar. Dengan arus masuk yang berkelanjutan, prospek DXY bisa tetap bullish dalam beberapa kuartal ke depan, asalkan fundamental AS tetap kuat dan imbal hasil relatif tetap menarik bagi investor global. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight.