Rilis risalah FOMC pada hari Rabu menegaskan nada hawkish, di mana beberapa anggota menegaskan bahwa kenaikan suku bunga tidak bisa sepenuhnya dikesampingkan jika inflasi kembali meningkat. Hal ini membantu menguatkan dolar AS terhadap banyak mata uang utama, termasuk Yen. Dalam beberapa sesi, USD/JPY bergerak kembali mendekati level 155,00 sebagaimana dibahas pasar.
Risalah menunjukkan perpecahan di antara anggota komite, dengan suara 10-2 untuk menahan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Namun bahasa kebijakan yang menggambarkan disinflasi lebih lambat dan tidak merata memberikan sinyal bahwa risiko kebijakan bisa bersifat dua arah. Perubahan nada ini menjadi penggerak utama penguatan dolar dan menekan Yen selama sesi tersebut.
Sementara di sisi Jepang, CPI nasional Januari turun menjadi 1,5% year-on-year, lebih rendah dari 2,1%. CPI inti yang mengecualikan makanan segar turun menjadi 2,0%, memberikan ruang bagi BoJ untuk mengevaluasi langkah kebijakannya. Pasar juga memproyeksikan sekitar 80% peluang kenaikan suku bunga BoJ pada April, meski risiko tetap ada.
Data inflasi Jepang yang lebih lembut mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan bank sentral. Meskipun secara teknis tekanan inflasi berkurang, pasar tetap melihat bahwa BoJ dapat menyeimbangkan jalur kebijakannya, terutama jika CPI inti di dekat target.
Di sisi dolar terhadap yen, gambaran kebijakan BoJ semakin penting karena adanya respons kebijakan yang berbeda di dua negara. Sinyal hawkish dari Fed dan keragu-raguan terkait timing BoJ membuat volatilitas tetap tinggi. Investor disarankan memantau rilis data Jepang dan AS berikutnya untuk konfirmasi arah.
Sobanknya, pasar masih mempertahankan ekspektasi bahwa langkah BoJ bisa terjadi di bulan April, dengan probabilitas sekitar 80%, meskipun jalur kebijakannya masih dapat berubah sesuai inflasi dan dinamika pertumbuhan.
Di grafik harian, USD/JPY stabil di sekitar 155,00 dengan penutupan mendekati garis rata-rata bergerak 50-hari di sekitar 155,30. Garis rata-rata bergerak 200-hari berada di 152,42 dan tetap berada di bawah harga, mendukung gambaran pondasi bullish jangka panjang meski pergerakan harian cenderung berfluktuasi.
Rentang perdagangan utama terlihat antara 152,00 hingga 158,00 sejak pertengahan Januari. Sinyal teknikal menunjukkan dua arah volatilitas di sekitar level 155,00, dengan pola candle cenderung beragam. Resistance utama berada di 156,00 dan 158,00, sedangkan dukungan berada di 153,00 dan 152,42.
Rumusannya, pasar cenderung dalam fase konsolidasi. Breakout di atas 156,00 dengan konfirmasi bisa membuka potensi pergerakan ke level 158,00–160,00; sebaliknya, penembusan bawah 153,00 bisa memantik penguatan tekanan ke sisi bawah. Karena kondisi pasar cenderung berfluktuasi, trader disarankan tetap berhati-hati dan menghindari ekspektasi sinyal tunggal.