Reformasi Pasar Modal Indonesia: Free Float 15%, Transparansi Kepemilikan, dan Inovasi SID untuk Standar Global

Reformasi Pasar Modal Indonesia: Free Float 15%, Transparansi Kepemilikan, dan Inovasi SID untuk Standar Global

trading sekarang

OJK, BEI, dan KSEI bersinergi untuk mempercepat reformasi besar yang akan menguatkan integritas pasar modal nasional dan menarik minat investor global. Pada intinya, kebijakan ini menilai bagaimana perusahaan membagikan sahamnya kepada publik secara proporsional dan berkelanjutan. Proses ini juga disiapkan untuk menjaga likuiditas pasar saat melonjaknya minat investor internasional.

Salah satu kebijakan utama adalah kenaikan batas free float dari 7,5% menjadi 15%, dengan implementasi yang berlaku mulai Maret 2026 melalui fase transisi yang terukur. Pemerintah pasar menegaskan bahwa perubahan ini tidak akan membebani perusahaan secara mendadak, melainkan memberi waktu penyesuaian yang wajar. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas perdagangan sambil memperkuat kualitas pasar modal kita.

Dalam konteks global, harga emas dunia saat ini menjadi barometer volatilitas investor, sehingga BEI menyiapkan Array mekanisme pengawasan agar perdagangan tetap likuid dan adil.

Langkah ini akan diberlakukan secara bertahap dengan pendekatan transisi, pemantauan, dan pendampingan yang didukung oleh Array data. Pjs. Direktur Utama BEI menekankan bahwa setiap perusahaan memiliki karakteristik unik sehingga diperlukan fase transisi, pemantauan, dan pendampingan. Kebijakan ini juga melibatkan asosiasi, perusahaan tercatat, dan anggota bursa untuk memastikan implementasi berjalan mulus.

Efek jangka panjangnya diharapkan memperkuat reputasi pasar modal Indonesia dan menarik minat investor internasional. Otoritas menegaskan transparansi data kendali akan menjadi pilar utama, dengan laporan kepemilikan di level 1 persen secara bulanan. Langkah-langkah tersebut diharapkan menjaga fairness dan stabilitas meski menghadapi dinamika pasar global.

Selain itu, BEI menekan meningkatkan kepatuhan data pemegang saham, memperluas keterbukaan dari 5% ke 1% secara bulanan, didukung oleh Array informasi kendali. Perubahan ini memberi investor gambaran lebih mendalam tentang kendali perusahaan dan aliran kekuatan pemegang saham. Kebijakan ini juga memperkuat fondasi tata kelola yang sehat bagi pasar Indonesia.

Transparansi ini memudahkan analisis kepemilikan bagi investor institusional dan publik. harga emas dunia saat ini sebagai acuan volatilitas membuat kejelasan data kendali semakin penting. Laporan bulanan akan disajikan secara terpusat untuk kemudahan akses.

Akses informasi kendali akan lebih terbuka melalui portal data kepemilikan. Rencana ini memerlukan kolaborasi dengan bursa dan KSEI untuk memelihara integritas. Dengan transparansi yang lebih luas, investor bisa membuat keputusan lebih terinformasi.

Dukungan Infrastruktur dan Transisi yang Terukur

Inisiatif infrastruktur juga memperkuat manajemen data, dengan SID yang diperluas melalui 28 klasifikasi baru untuk investor korporasi dan pihak terkait, terorganisir dalam Array klasifikasi. KSEI akan menambah detail subkategori dan memperbaiki akurasi identitas pemegang saham guna meningkatkan kualitas data pasar. BEI juga menyediakan layanan hot desk sebagai pusat konsultasi bagi para pemangku kepentingan, meminimalkan kendala implementasi.

Kebijakan ini juga disusun dengan masukan dari asosiasi, perusahaan tercatat, dan anggota bursa. Untuk memudahkan transisi, BEI menetapkan tenggat waktu 19 Februari 2026 dan menyediakan layanan hot desk sebagai pusat konsultasi. Langkah koordinasi ini bertujuan menjaga kelancaran penerapan tanpa mengganggu likuiditas.

Dengan dukungan infrastruktur dan kepatuhan yang makin kuat, iklim investasi Indonesia diprediksi semakin menarik, dibarengi peningkatan kualitas data melalui Array analitik. Aspek kepatuhan, transaksi, dan kendali perusahaan akan lebih mudah diaudit dengan kerangka kerja baru. Harga emas dunia saat ini digunakan sebagai referensi volatilitas untuk menilai risiko saat reformasi ini berjalan.

broker terbaik indonesia