Dolar AS memulihkan sebagian dari kerugian minggu ini, didorong oleh dinamika siklus ekonomi global. Analis mencatat perbaikan kinerja mata uang utama terhadap Yen (JPY) dan Euro (EUR) meski tetap berhati-hati. Pergerakan ini mengikuti rilis data ekonomi yang menunjukkan moderasi harga dan pemulihan permintaan global.
Mata uang terkait siklus—terutama AUD—memimpin pergerakan risiko, menunjukkan minat investor terhadap aset berisiko. Ketika risiko konsumen dan bisnis membaik, Aussie menjadi proxy risiko yang lebih kuat. Hal ini membantu mengimbangi tekanan pada dolar dalam beberapa sesi.
Kondisi pasar ekuitas global naik, obligasi relatif stabil, dan emas berada dekat level tertinggi sepanjang masa. Kombinasi ini mengindikasikan campuran optimisme pertumbuhan dengan perlindungan nilai terhadap volatilitas. Para pelaku pasar menunggu arah kebijakan lanjutan sambil menilai data inflasi.
Prospek kebijakan The Fed tetap menjadi pendorong utama bagi pergerakan dolar, meski beberapa indikator menunjukkan ruang bagi pelonggaran. Beige Book Fed bulan Januari menggarisbawahi ekspektasi moderasi harga dalam beberapa sektor. Banyak pelaku pasar menilai potensi kebijakan ini bisa menjaga dolar dalam kisaran.
Kinerja lapangan kerja swasta menunjukkan tekanan menurun, sementara sektor kesehatan dan bantuan sosial relatif tidak sensitif terhadap siklus ekonomi. Data Desember menunjukkan penurunan nonfarm payrolls swasta, meski ada variasi bulanan. Angka ini menambah kekhawatiran mengenai tenaga kerja secara keseluruhan, meskipun sektor terkait layanan kesehatan menahan dampak.
Kontrak berjangka dana Fed memperkirakan pemotongan 25bp pada tiga pertemuan FOMC berikutnya relatif rendah, meski sebagian besar pasar mengimplikasikan total pelonggaran sekitar 50bp untuk akhir tahun. Sementara itu, sebagian besar bank sentral besar lainnya telah selesai melakukan pelonggaran. Dengan demikian, tren kebijakan moneter relatif membuat indeks dolar (DXY) sulit menembus batas atas kisaran perdagangan sejak Juni.
Meskipun ada ekspektasi pelonggaran, dolar diperkirakan akan tetap berada dalam kisaran teknis karena faktor-faktor fundamental yang menjaga volatilitas moderat. Analisis teknikal menunjukkan kurangnya momentum untuk menembus level resistance utama. Investor cenderung menilai data ekonomi berikutnya sebagai penentu arah jangka pendek.
Rangkaian kebijakan pelonggaran oleh bank sentral besar memperlambat dinamika dolar dan menambah tekanan bagi beberapa pasangan mata uang utama. Namun, pergeseran kebijakan ini juga menciptakan peluang trading bagi pelaku pasar yang mengambil posisi terhadap volatilitas jangka menengah. Pasar global tetap terdesak untuk sinkronisasi antara pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
Dengan fokus pada data selanjutnya, para pelaku pasar menunggu arahan jelas mengenai arah dolar dan volatilitas. Optimisme terhadap pemulihan global tetap ada meski risiko geopolitik dan kebijakan fiskal bisa memicu pergerakan volatil. Kesimpulannya, kehati-hatian menjadi pendekatan utama sampai ada konfirmasi data baru.