IHSG Diproyeksikan Menguat Pekan Depan dengan Peluang Teknis yang Menjanjikan

IHSG Diproyeksikan Menguat Pekan Depan dengan Peluang Teknis yang Menjanjikan

trading sekarang

Di tengah volatilitas pasar, IHSG diperkirakan memasuki minggu mendatang dengan peluang penguatan yang menarik bagi para investor. Cetro Trading Insight melihat pola teknikal yang dapat memicu pergerakan signifikan, sambil tetap menyadari adanya risiko koreksi yang bisa muncul di balik peluang tersebut. Analisa ini menitikberatkan pada faktor-faktor teknikal yang relevan bagi navigasi portofolio jangka pendek.

Bila IHSG mampu mempertahankan momentum, level resistance utama berada di 8.354 dan 8.517, sebagai target jika konfirmasi harga disertai aktivitas volume yang cukup. Namun skenario koreksi tetap relevan dengan potensi turun menuju rentang 8.098–8.155 jika tekanan jual kembali muncul. Di sisi lain, IHSG tetap memiliki area support di sekitar 7.863 dan 7.712 yang perlu diawasi sebagai batas bawah risiko.

Secara teknikal, best case menunjukkan IHSG berada sebagai bagian dari wave (c) dari wave [x], dengan target sekitar 8.377–8.440. Di sisi lain, risiko koreksi yang lebih dalam menjadi bagian dari skenario alternatif, sehingga para investor perlu menyiapkan langkah manajemen risiko yang ketat. Gambaran umum pekan depan adalah adanya peluang penguatan yang beriringan dengan potensi koreksi jika sinyal teknikal belum terkonfirmasi.

Daftar saham yang menjadi fokus analisis mencakup INDY, ISAT, MAPI, dan UNTR. Secara umum, banyak saham menunjukkan pola Buy on Weakness, meski beberapa di antaranya masih menunjukkan tekanan jual dan perlu konfirmasi teknikal lebih lanjut. Pertimbangan ini mencerminkan upaya investor untuk menangkap momen pembalikan dalam struktur wave yang lebih luas.

INDY dipantau dengan rekomendasi Buy on Weakness, meskipun terkoreksi 0,84% menjadi Rp3.560. Volume perdagangan cenderung menurun, namun ini bisa menjadi bagian dari fase konsolidasi sebelum dorongan pembelian berlanjut. Target harga untuk INDY berada di Rp3.840 dan Rp4.070, dengan stoploss di bawah Rp3.150, dan rentang Buy on Weakness Rp3.190–Rp3.420 sebagai area masuk yang dianjurkan.

ISAT juga menjadi perhatian, menguat 0,45% ke Rp2.230 meski tekanan jual masih terlihat dan MA60 menjadi penghalang. Rekomendasi Buy on Weakness untuk ISAT menargetkan Rp2.310–Rp2.400 dengan stoploss di bawah Rp2.090. Sementara MAPI menunjukkan pergerakan positif sekitar 2,32% ke Rp1.325, dengan target Rp1.385–Rp1.440 dan stoploss di bawah Rp1.255. UNTR, meski berhasil naik, tetap rawan koreksi ke kisaran Rp26.375–Rp28.325 jika momentum teknikal melemah.

Rencana Manajemen Risiko dan Arah Pasar Selanjutnya

MNC Sekuritas menegaskan IHSG berada di level support 7.863, 7.712 dan level resistance 8.354, 8.517. Investor dianjurkan memantau potensi koreksi ke rentang 8.098–8.155 jika dinamika pasar berubah, menekankan pentingnya disiplin manajemen risiko dan pengelolaan eksposur untuk menghindari tekanan pasar yang tidak terduga.

Lini panduan teknikal juga menyoroti posisi MA60 dan dinamika wave sebagai faktor penting dalam keputusan perdagangan. Dana yang terpapar saham seperti MAPI dan UNTR menunjukkan variasi arah yang perlu disaring dengan hati-hati agar tidak terjadi overexposure. Keputusan perdagangan sebaiknya didasarkan pada konfirmasi harga, volume, serta evaluasi risiko yang cermat.

Secara keseluruhan, IHSG tampaknya berada pada zona peluang dengan risiko yang terkelola, namun sinyal perdagangan dalam analisis ini bersifat netral. Keterangan bahwa tidak ada rekomendasi aksi beli/jual spesifik menuntut investor untuk menilai ulang posisi dan menyesuaikan eksposur sesuai dengan perubahan harga dan volatilitas pasar. Cetro Trading Insight tetap menganjurkan kedisiplinan manajemen risiko sebagai landasan setiap langkah investasi.

broker terbaik indonesia