Analis ING, Francesco Pesole, Frantisek Taborsky, dan Chris Turner, menilai dolar berada dalam dukungan moderat menjelang rilis CPI AS. Sentimen risk-off yang dipicu sektor teknologi memperkuat daya tahan dolar dibanding mata uang inti. Mereka juga melihat bahwa dolar saat ini masih tergolong undervalued terhadap sejumlah mata uang G10.
Meskipun CPI Januari diperkirakan sesuai konsensus, para analis menganggap angka tersebut bisa memperkuat repricing hawkish terhadap Federal Reserve. Nilai dolar diperkirakan tetap tertekan jika bias kebijakan Fed tidak berubah secara mendasar. Arah jangka menengah tetap bearish, sehingga reli dolar bisa menjadi peluang jual bagi sebagian pelaku pasar.
Adanya reaksi positif terhadap penurunan belanja sektor teknologi dan sentimen safe-haven menunjukkan dolar masih bisa mendapatkan dukungan terbatas. Secara umum, dolar dinilai murah terhadap banyak pasangan G10 sehingga peluang untuk jual di rally tetap relevan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami risiko dan peluang di pasar valuta.
CPI Januari diperkirakan naik 0,3% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan untuk angka headline maupun inti, sejalan dengan konsensus pasar. Hasil ini diperkirakan memperkuat repricing hawkish terhadap ekspektasi kebijakan Fed dan menempatkan dolar pada jalur yang lebih sensitif terhadap data inflasi. Dengan demikian, fokus investor tetap tertuju pada bagaimana pasar tenaga kerja merespon data ini.
Rilis data yang konsisten dengan prediksi memperbaiki gambaran bahwa perubahan kebijakan masih terukur dan tidak terlalu agresif. Pasar cenderung mempertahankan volatilitas dalam beberapa hari mendatang, karena perdebatan mengenai kapan tepatnya Fed akan mengubah sikapnya tetap hidup. Meski demikian, sinyal hawkish yang teruji dapat menjaga dolar di posisi relatif kuat di jangka pendek.
Meskipun inflasi tampak netral, dinamika pasar tenaga kerja menjadi pembeda utama bagi arah dolar. Kebijakan Fed masih bergantung pada bagaimana pekerjaan meningkat dan bagaimana perusahaan menilai biaya pinjaman. Secara keseluruhan, CPI memberi ruang bagi investor untuk menilai risiko kebijakan tanpa lonjakan besar di sisi harga dolar.
Nilai dolar terhadap mitra G10 secara umum masih terlihat undervalued, meski sentimen risk-off mengurangi beberapa aset berisiko. Market participants menilai peluang bagi dolar untuk menguat lagi bisa muncul bila data ekonomi tetap kuat dan risiko global mereda secara bertahap. Namun, momentum jangka menengah tetap cenderung bearish sehingga peluang jual di rally dapat tetap relevan bagi pelaku pasar.
Untuk trader, pedoman umum menekankan pentingnya manajemen risiko dengan target imbalan minimal sekitar 1 banding 1,5 terhadap risiko. Rencana perdagangan sebaiknya mencakup level take-profit yang lebih tinggi dari harga pembukaan untuk posisi long, atau sebaliknya jika mengambil posisi short, guna menjaga rasio risiko-kemenangan yang sehat. Poin krusial lainnya adalah mengikuti aliran kebijakan dan data ekonomi secara terstruktur daripada mengandalkan spekulasi semata.
Konteks CPI dan arahan kebijakan membuat pendekatan berbasis data menjadi yang paling tepat. Cetro Trading Insight menekankan bahwa sinyal utama berasal dari bagaimana inflasi dan pasar tenaga kerja bereaksi terhadap rilis data, bukannya dari gema berita pendamping. Dengan demikian, trader dianjurkan untuk fokus pada rencana risiko yang jelas dan disiplin dalam eksekusi.