Menurut catatan Nomura, inflasi Swiss pada Januari tetap positif meskipun rendah, sebesar 0.1% y/y. CPI inti berada di 0.5% y/y, sesuai dengan ekspektasi pasar. CHF yang kuat menahan tekanan biaya impor, sehingga harga impor tetap terkendali meski permintaan domestik berkembang. Analisis ini menegaskan bahwa proyeksi SNB tetap rendah namun menunjukkan tren naik sepanjang tahun, dan pembuat kebijakan kemungkinan tidak akan segera memangkas suku bunga ke wilayah negatif.
Analisis ini menekankan bahwa dinamika nilai tukar dan biaya impor menjadi faktor utama yang mempengaruhi inflasi. CHF yang menguat memberi dukungan terhadap laju inflasi yang lebih rendah melalui impor yang lebih murah. Dalam konteks kebijakan moneter, fokus pasar adalah bagaimana SNB menyeimbangkan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi dengan ruang kebijakan yang terbatas.
Kaitannya dengan kebijakan moneter menyoroti bahwa dinamika nilai tukar CHF bisa menjadi determinan utama bagi prospek inflasi. Apresiasi CHF lebih lanjut berpotensi menambah tekanan pada impor dan menahan laju inflasi. Secara umum, pasar akan memantau bagaimana inflasi bergerak menuju target meskipun berada di bawah 1%.
Secara bulanan, CPI Swiss turun 0.1% pada Januari 2025, sesuai ekspektasi analis. Pergerakan ini menunjukkan bahwa perubahan kurs berkontribusi pada tekanan harga yang lebih rendah. Dampak CHF terhadap harga impor membantu menahan laju inflasi secara keseluruhan.
Nomura menekankan bahwa deflasi impor lebih besar karena CHF yang menguat, membuat harga impor turun meski permintaan domestik beragam. Hal ini menguatkan argumen bahwa tekanan inflasi tetap terkendali di level rendah. Pasar menilai bahwa SNB kemungkinan menjaga kebijakan akomodatif untuk periode mendatang.
SNB memproyeksikan inflasi sekitar 0.1% y/y di Q1, naik menjadi 0.2% di Q2, dan mencapai 0.5% y/y di Q4, dengan risiko penurunan berasal dari penguatan CHF berkelanjutan. Perlu diingat bahwa pergerakan CHF bisa menjadi pendorong utama inflasi Swiss di sisa tahun ini, sesuai skenario yang diuraikan dalam laporan bank. Hal ini menggarisbawahi fokus kebijakan pada stabilitas harga sambil mempertahankan ruang untuk respons jika diperlukan.
Kebijakan SNB dipandang berhati-hati meskipun inflasi diperkirakan rendah. Para analis menilai bahwa pemotongan suku bunga ke wilayah negatif memerlukan kepastian inflasi yang lebih kuat daripada sekadar tekanan jangka pendek. Karena itu, bank sentral lebih cenderung menjaga kurs dan kebijakan saat ini sambil memantau dinamika global.
Beberapa skenario inflasi sedikit negatif untuk beberapa bulan dapat dipandang lebih baik daripada memotong kebijakan jika proyeksi inflasi menunjukkan Perbaikan menuju target. Dalam pandangan Cetro Trading Insight, fokus utama tetap pada stabilitas nilai tukar CHF dan kehati-hatian dalam langkah kebijakan. Pasar juga perlu mengamati perubahan di pasar global yang dapat mempengaruhi arus modal Swiss.
Dalam konteks trading, pergerakan CHF menjadi faktor kunci yang perlu dicermati. Meski SNB berupaya menjaga kestabilan harga, saat ini belum ada sinyal trading yang jelas sehingga investor disarankan menunggu konfirmasi pasar. Cetro Trading Insight akan terus memantau inflasi Swiss dan pergerakan CHF untuk pembaruan terkini.