Dolar Menguat di Tengah Risiko-Off Menjelang Rilis CPI AS: Analisis Pasar Forex

Dolar Menguat di Tengah Risiko-Off Menjelang Rilis CPI AS: Analisis Pasar Forex

trading sekarang

Danske Research mencatat dolar AS sedang menguat, bersama saat yen Jepang dan franc Swiss, dalam sesi risk-off. Kekuatan dolar mencerminkan preferensi investor terhadap aset yang lebih aman ketika risiko pasar meningkat. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca awam memahami dinamika pasar mata uang dengan bahasa yang jelas.

Imbal hasil AS cenderung turun menjelang rilis CPI, sehingga dolar relatif terpantau dalam kisaran tertentu. Kondisi ini mendorong konsolidasi pada kebijakan mata uang, karena investor menimbang respon data inflasi terhadap kebijakan bank sentral. Analisis pasar menunjukkan volatilitas jangka pendek membatasi pergerakan tajam meskipun risiko menurun.

Fokus utama pasar kini tertuju pada rilis inflasi yang dinantikan. Meski beberapa faktor menunjukkan perlambatan tahunan karena base effects, angka CPI bisa memberikan sinyal jelas mengenai arah kebijakan moneter untuk beberapa bulan ke depan. Secara keseluruhan, kecenderungan risk-off mendukung dolar sebagai aset safe-haven.

Analis memperkirakan inflasi headline Januari melambat menjadi +0,2% bulanan SA (+2,4% y/y). Kendati demikian, adanya base effects tetap menjadi faktor utama di balik dinamika ini. Data ini akan digunakan untuk menilai apakah kebijakan moneter akan tetap agresif atau melambat.

Inflasi inti diperkirakan tetap di +0,3% bulanan SA (+2,5% y/y). Faktor tersebut menunjukkan tekanan harga inti masih terjaga meskipun pelemahan headline. Pasar menantikan konfirmasi bagaimana komponen inti berkinerja terhadap proyeksi kebijakan ke depan.

Penurunan bulanan sebagian didorong oleh turunnya harga bensin, sementara efek basis terkait harga energi tinggi tahun lalu turut menjelaskan sebagian besar perlambatan tahunan. Para analis menilai bahwa dinamika ini bisa berubah jika harga energi kembali melonjak. Pasar menanti bagaimana rilis CPI bisa mengubah peta risiko di kurs mata uang.

Bid terhadap aset aman tetap terlihat, memperkuat narasi risk-off di pasar valuta asing. Sentimen ini mendorong investor untuk menahan risiko jangka pendek sambil menilai peluang di pasangan dolar terhadap mata uang utama lainnya. Cetro Trading Insight menilai dinamika ini perlu diamati dekat rilis CPI agar tidak terjadi perubahan mendadak arah tren.

Namun dampak data ini bisa berbalik pada Februari jika harga bensin dan gas alam naik menjelang akhir bulan. Kenaikan energi akan menambah tekanan pada pasar obligasi dan membantu dolar melanjutkan tren penguatan terhadap beberapa pasangan mata uang. Investor disarankan untuk mengukur risiko pada strategi trading yang sensitif terhadap perubahan harga energi.

Bagi pelaku pasar, fokus pada peluang trading dengan rasio risiko-keuntangan minimal sekitar 1:1,5 dapat menjadi pedoman, sambil menjaga manajemen risiko yang ketat. Rilis data inflasi berikutnya dapat mengubah dinamika ini dengan cepat. Oleh karena itu pendekatan berhati-hati dan pembatasan ukuran posisi sangat dianjurkan.

broker terbaik indonesia