
Michael Pfister dari Commerzbank menilai bahwa euro tetap menghadapi hambatan utama meski ada pernyataan dovish dari Presiden ECB Christine Lagarde. Pasar memperkirakan hanya sekitar 33 basis poin tambahan kenaikan suku bunga pada sisa tahun ini, sehingga tekanan pada euro terasa cukup kuat. Analisis ini menempatkan EURUSD dalam kerangka pergerakan yang cenderung terbatas tanpa kejutan kebijakan yang signifikan.
Kebijakan yang lebih ringan juga menambah nuansa hati-hati di pasar keuangan. Para ekonom mungkin merasa kebijakan satu kali lagi sejalan dengan proyeksi, namun hal ini tidak menyelesaikan masalah bagi euro dalam jangka pendek. Gambaran ini berkontribusi pada ketidakpastian yang masih membayangi pasangan mata uang inti di pasar forex.
Menurut Cetro Trading Insight, kunci pergerakan EURUSD bergantung pada data ekonomi yang keluar berikutnya. Jika data PMI sektor jasa eurozona menunjukkan kejutan positif, peluang penguatan euro bisa meningkatkan minat beli. Dalam skenario seperti itu, EURUSD bisa kembali menargetkan level psikologis mendekati 1.15 seiring kembalinya harapan pemulihan ekonomi nyata.
Data Purchasing Managers’ Indices PMI terkait sektor jasa dan manufaktur di zona euro dinilai penting untuk menentukan arah jangka pendek. Meski Lagarde menekankan inflasi menuju target dalam jangka menengah, progres PMI bisa memicu perubahan sentimen di pasar valuta asing. Begitu PMI jasa terlihat membaik, euro berpotensi menguat meski ada hambatan kebijakan dari bank sentral.
Secara khusus, unsur manufaktur dianggap kurang relevan bagi arah euro meskipun adanya kejutan positif. Pasar lebih terfokus pada sisi jasa yang berperan besar dalam dinamika pertumbuhan dan inflasi. Kondisi ini menciptakan peluang trading yang lebih bergantung pada data layanan dibanding sektor produksi.
Dalam skenario positif, kejutan layanan PMI bisa menyalakan performa EURUSD dan membangun opini pasar mengenai peluang perbaikan ekonomi. Hal ini menambah peluang bagi euro untuk menembus level 1.15 jika data benar benar memberikan dorongan kuat terhadap rebound aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Analisa ini menekankan bahwa fokus utama pasar adalah keseimbangan antara kebijakan moneter dan dinamika permintaan ekonomi. Investor disarankan memantau komentar selanjutnya dari pejabat ECB serta angka PMI yang dirilis untuk menentukan arah jangka pendek. Dalam kerangka ini, kehati hatian diperlukan ketika mengambil posisi exposure terhadap euro dan dolar.
Skenario utama menjelaskan bahwa jika data layanan menunjukkan perbaikan, sentimen risk on bisa mendorong EURUSD lebih tinggi dengan target menuju 1.15. Sebagai bagian dari manajemen risiko, trader disarankan menetapkan stop loss relatif di bawah support penting yang mewakili batas risiko wajar. Rasio risiko imbalan minimal bisa dipatok 1 banding 1,5.
Terakhir, rekomendasi fokus pada kerangka pasar yang sedang berkembang di sekitar PMI serta pernyataan kebijakan. Dengan begini, pelaku pasar bisa menilai peluang jangka pendek maupun jangka menengah secara lebih akurat. Mengikuti arahan Cetro Trading Insight, investor sebaiknya menjaga ekspektasi realistis sambil menyiapkan rencana cadangan jika momentum bergerak ke arah berlawanan.