
Indeks berjangka Dow Jones berada di sekitar 48.8 ribu, mendekati level 49 ribu setelah sentimen risiko melemah menjelang rilis kebijakan bank sentral. Pergerakan pasar juga dipicu oleh dinamika perdagangan menjelang pengumuman FOMC. Para pelaku pasar menimbang sinyal kebijakan dan ekspektasi suku bunga di masa depan.
Data Durable Goods Orders untuk Maret menunjukkan angka yang lebih kuat dari konsensus, menambah tekanan pada gambaran inflasi. Sisi inti kapital goods meningkat tajam, menandakan investasi bisnis tetap solid meski biaya input membengkak. Lonjakan ini juga mendukung argumen bahwa tekanan harga bisa bertahan di jangka pendek.
Rapat FOMC yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada 3.75 persen menjadi fokus utama hari ini. Powell diperkirakan mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua Federal Reserve pada periode ini, sehingga bahasa komunikasinya bisa memberi petunjuk arah kebijakan ke depan. Pasar menantikan komentar mengenai risiko inflasi terkait dengan harga minyak dan situasi Timur Tengah.
Harga minyak menunjukkan reli berlanjut di tengah eskalasi tensi geopolitik. WTI bergerak di atas $105 per barel, sementara Brent menembus level di atas $117. Lonjakan biaya energi menambah beban pada biaya produksi dan daya beli konsumen, menambah kekhawatiran soal inflasi.
Rilis data dan proyeksi pelaku pasar mengarahkan perhatian pada bagaimana FOMC akan menilai dampak biaya energi terhadap kurva imbal hasil. Selain itu, kandidat Warsh yang diajukan ke Senat memperkuat narasi hawkish tentang kebijakan di masa depan, membuat investor menilai skenario suku bunga di masa mendatang.
Di tingkat laba, empat perusahaan mega-cap seperti Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft melaporkan hasil setelah bel penutupan, memicu respons pasar terkait rencana belanja modal untuk infrastruktur AI. Beberapa laporan pendapatan chip terkait seperti Seagate dan NXPI juga memberikan sinyal panduan positif, menambah optimisme menjelang sesi perdagangan akhir.