Lonsum LSIP Catat Laba Bersih Rp394 Miliar di Q1-2026, Penjualan Sawit Naik 3%

Lonsum LSIP Catat Laba Bersih Rp394 Miliar di Q1-2026, Penjualan Sawit Naik 3%

trading sekarang

Menurut analisis Cetro Trading Insight, kinerja Lonsum LSIP pada kuartal pertama 2026 mencerminkan ketahanan bisnis yang layak diapresiasi. Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp394 miliar, naik tipis dibanding periode yang sama tahun lalu. Laporan ini menggambarkan fondasi pendapatan yang kuat dari segmen sawit meskipun tekanan biaya menekan margin.

Penjualan kuartal I-2026 mencapai Rp1,33 triliun, tumbuh sekitar 3% secara year-on-year. Pertumbuhan penjualan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan produk sawit yang menyumbang hingga 96% dari total pendapatan. Di sisi margin, beban pokok pendapatan naik, sehingga margin bruto turun dari 39% menjadi 32%.

EBITDA turun 13% menjadi Rp496 miliar, dan margin EBITDA turun dari 44% menjadi 37%. Laba usaha turun 4% menjadi Rp394 miliar dengan margin turun dari 32% menjadi 30%. Secara keseluruhan, posisi keuangan perseroan tetap kuat dengan aset Rp15,8 triliun, kas dan setara kas Rp7,8 triliun, liabilitas Rp1,42 triliun, dan ekuitas Rp14,4 triliun.

Dari sisi operasional, terdapat dinamika produksi yang perlu dicermati. Produksi tandan buah segar (TBS) turun 3% menjadi 243 ribu ton, sedangkan CPO relatif stabil di sekitar 65 ribu ton. Oil Extraction Rate (OER) meningkat dari 21,6% menjadi 22,4%, menunjukkan efisiensi yang meningkat meski volume menurun. Penjualan CPO mencapai 73 ribu ton, naik 12% dibanding kuartal I-2025, sementara penjualan produk PK, PKO, dan PKE tetap sekitar 19 ribu ton.

Sampai 31 Maret 2026, Lonsum mengoperasikan total 111.150 hektare lahan perkebunan. Rinciannya, 90,9 ribu ha adalah kebun sawit, 16,2 ribu ha untuk karet, dan 3,9 ribu ha untuk tanaman lain, menunjukkan portofolio yang terdiversifikasi. Struktur produksi dan lahan ini memberi fondasi bagi stabilitas operasional ke depan meski dinamika produksi fluktuatif.

Secara finansial, posisi perusahaan tetap kuat berkat neraca yang sehat. Aset tercatat Rp15,8 triliun, dengan kas dan setara kas Rp7,8 triliun. Liabilitas turun menjadi Rp1,42 triliun, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp14,4 triliun, mencerminkan kemampuan perusahaan membatasi beban utang dan menjaga likuiditas.

banner footer