Dow Jones turun saat Trump tunjuk Warsh sebagai Ketua The Fed; pasar menimbang arah kebijakan dan laporan pendapatan

Dow Jones turun saat Trump tunjuk Warsh sebagai Ketua The Fed; pasar menimbang arah kebijakan dan laporan pendapatan

trading sekarang

Pasar saham global merespons pengumuman Presiden Donald Trump yang menominasikan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve menggantikan Jerome Powell. Dow Jones turun sekitar 0,9% pada perdagangan Jumat, menandai hari yang penuh volatilitas seiring penantian arah kebijakan. S&P 500 melemah sekitar 0,5% dan Nasdaq Composite turun sekitar 0,6%, mencerminkan tekanan di sektor teknologi dan saham unggulan.

Warsh dikenal sebagai pejabat hawkish yang secara historis mendorong suku bunga lebih tinggi. Namun beberapa pandangan terakhirnya menyoroti kemungkinan dukungan terhadap pemotongan suku bunga, sehingga investor menilai bagaimana kebijakan bisa bergerak di bawah kepemimpinan politik yang dinamis. Banyak pelaku pasar melihat pilihan Warsh sebagai kandidat yang relatif stabil, bukan pelaksana kebijakan yang selalu mengikuti arah permintaan presiden.

Reaksi awal terlihat di dolar AS yang menguat sementara imbal hasil Treasuri cenderung stabil. Proses konfirmasi Warsh diperkirakan akan menghadirkan potensi gangguan politik karena beberapa senator menunjukkan kesiapan untuk memblokir persetujuan hingga penyelidikan DOJ terhadap Powell selesai. Kondisi ini menambah ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter dalam beberapa minggu mendatang.

Pemberitaan mengenai pengumuman Warsh memicu arus modal yang membuat volatilitas sesaat meningkat di beberapa indeks, meskipun pandangan pasar terhadap jalannya kebijakan terlihat lebih seimbang untuk jangka pendek. Meskipun volatilitas tinggi, para pelaku pasar menilai bahwa jalur kebijakan bisa menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Rotasi sektor tetap berlanjut, dengan fokus pada kualitas pendapatan dan daya tahan perusahaan.

Nilai tukar dolar AS menguat pasca pengumuman, sementara imbal hasil obligasi cenderung stabil, menunjukkan kepercayaan pada transisi kepemimpinan The Fed. Kondisi ini menambah konteks bagi investor yang menilai bagaimana prospek suku bunga bisa berkembang dalam beberapa kuartal ke depan. Perubahan ini juga mempengaruhi harga aset sensitif kebijakan moneter lain seperti saham dan komoditas.

Konsensus pasar menantikan konfirmasi Warsh dan bagaimana ia menavigasi dinamika yang penuh politik tersebut. Investor menilai kemampuan calon ini untuk menjaga independensi bank sentral sambil menimbang tekanan dari kubu politik. Skema kebijakan dapat bergeser seiring tempo negosiasi di Senat dan evaluasi dampak kebijakan terhadap inflasi.

Sorotan Laporan Keuangan dan Arah Pasar Bulan Depan

Musim laporan keuangan perusahaan menambah spekulasi mengenai kesehatan ekonomi. Apple melaporkan kinerja kuartal fiskal pertama yang mencatat pendapatan rekor, didorong oleh permintaan iPhone yang kuat. Namun eksekutif memperingatkan tekanan biaya memori yang bisa mengecilkan margin pada beberapa kuartal mendatang.

Verizon menjadi pemicu positif ketika tetap menunjukkan pertumbuhan pelanggan dan mengangkat panduan laba 2026 di atas ekspektasi. ExxonMobil dan Chevron juga melampaui estimasi meski harga minyak lebih rendah, menandai potensi ekspansi operasional lintas wilayah di masa depan.

Sementara American Express turun lebih dari 3% setelah laporan laba yang tidak memenuhi ekspektasi, Visa dan Mastercard menyampaikan hasil kuartalan yang solid namun menghadapi tekanan harga saham. Secara keseluruhan, Januari menutup dengan catatan positif untuk indeks utama meskipun volatilitas tetap tinggi, dengan fokus investor beralih ke dinamika kebijakan serta prospek laporan kuartal berikutnya.

broker terbaik indonesia