BEI Pindahkan IBOS dan STAR ke Papan FCA: Dampak Pasar, Likuiditas, dan Peluang Trading Saham Indonesia

BEI Pindahkan IBOS dan STAR ke Papan FCA: Dampak Pasar, Likuiditas, dan Peluang Trading Saham Indonesia

trading sekarang

BEI memindahkan dua saham, IBOS dan STAR, ke papan pemantauan khusus dengan skema full-call auction FCA. Keputusan ini efektif mulai 11 Februari 2026 dan menandai perubahan status perdagangan bagi kedua emiten. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya BEI menjaga kelancaran informasi dan likuiditas pasar modal Indonesia. Menurut Cetro Trading Insight, perubahan ini mencerminkan adaptasi mekanisme pasar terhadap dinamika perdagangan dan kepatuhan pada regulasi.

IBOS mencatat kinerja harga yang impresif; sahamnya melonjak hampir 200% dalam tiga bulan terakhir dan diperdagangkan di Rp151 per saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp1,2 triliun. Lonjakan ini meningkatkan minat investor, meski analisis fundamental perseroan perlu diawasi lebih lanjut. Para pelaku pasar juga menilai bagaimana FCA dapat mempengaruhi likuiditas jangka pendek IBOS.

Direktur Utama IBOS, Edi Nugoroho, menyatakan bahwa kenaikan tersebut murni akibat mekanisme pasar dan tidak ada informasi material baru yang mempengaruhi harga selain apa yang telah disampaikan kepada publik. Array analisis menunjukkan tiga skenario harga ke depan yang mungkin terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Ia menambahkan bahwa pasar akan menilai prospek IBOS berdasarkan kinerja operasional dan arah kebijakan regulator.

Investor menyadari volatilitas ini bisa tinggi, dan beberapa analis membandingkannya secara informal dengan harga emas dunia sebagai tolok risiko global. Pergerakan harga IBOS tetap dipengaruhi dinamika FCA dan permintaan pasar. Harga emas dunia menjadi bagian dari wacana investor dalam menilai risiko pasar lokal.

STAR diperdagangkan melonjak lebih dari 1.000% ke Rp780 dalam periode beberapa bulan terakhir, dengan pengendali baru Calculus Investment Pte Ltd. Proses akuisisi telah tuntas dan perseroan saat ini berada dalam tahap Penawaran Tender Wajib MTO dengan harga Rp88 per saham. Kondisi ini menambah dinamika harga STAR dan menarik minat investor.

Proses MTO masih berjalan dan akan berlanjut sampai target harga terpenuhi, sehingga investor perlu menimbang risiko dan potensi laba. Array analisis terkait peluang pasar juga disiapkan untuk membantu pembaca menilai peluang STAR. Saat ini, transaksi dilakukan melalui skema tender wajib yang memberi investor kesempatan untuk menilai nilai intrinsik saham STAR.

Analisa teknikal dan isu harga sering menimbang pada harga emas dunia untuk menilai volatilitas pasar secara umum. Array pemodelan peluang menunjukkan setidaknya tiga jalur kemungkinan bagi STAR, tergantung pada hasil MTO dan respons pasar. Investor disarankan mengikuti perkembangan publik untuk mendapatkan informasi terkini dan berhati-hati dalam keputusan trading.

broker terbaik indonesia