Indeks utama di bursa AS menguat setelah Nvidia dan Meta mengumumkan kemitraan AI chip yang lebih luas. Kemitraan tersebut dipandang memperkuat infrastruktur data center AI dan menambah dorongan bagi sektor teknologi. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight.
Nvidia melonjak lebih dari 2% dan menjadi kontributor utama kenaikan Dow, sejalan dengan optimisme bahwa aliran chip AI akan tetap kuat. Dampak positifnya terasa pada rantai pasokan semikonduktor, meski beberapa pesaing menghadapi tekanan karena dominasi produk Nvidia di pasar AI.
Sementara itu, para pelaku pasar menantikan rilis minutes pertemuan Januari The Fed yang dijadwalkan sore hari. Pasar memperkirakan kebijakan suku bunga akan bertahan pada level saat ini dalam jangka pendek, dengan peluang pemotongan baru yang diperkirakan tidak terjadi hingga Juni. Di saat yang sama, sentimen pasar tetap sensitif terhadap berita geopolitik dan data ekonomi yang akan datang.
Garmin melampaui ekspektasi pada kuartal terakhir dengan laba per saham dan pendapatan yang menanjak, menandakan permintaan kuat terhadap perangkat navigasi dan wearable. Perusahaan juga memberikan panduan yang mengindikasikan momentum pertumbuhan untuk tahun fiskal mendatang.
Wingstop melaporkan hasil yang lebih baik dari estimasi pada laba per saham yang disesuaikan, disertai kinerja penjualan domestik yang relatif tahan banting meskipun tekanan tertentu. Manajemen menegaskan prospek pertumbuhan signifikan di pasar domestik dalam 12 bulan ke depan.
Di sisi lain, Palo Alto Networks menghadapi penurunan saham sekitar 10% setelah panduan laba kuartal berikutnya jauh dari ekspektasi. Analis menyoroti tingginya biaya integrasi dari akuisisi besar sebagai faktor utama squeez margin perusahaan.
Harga emas melampaui level 5.000 per ounce, didorong permintaan sebagai aset safe-haven dan ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan akomodatif. Pergerakan ini juga didorong oleh arus permintaan dari negara produsen utama emas yang menjaga harga tetap kuat.
Minyak mentah naik lebih dari 2% karena ketegangan geopolitik yang meningkat dan laporan bahwa Iran menahan negosiasi nuklir. Sinyal risiko geopolitik menguatkan volatilitas pasar energi meski beberapa analis melihat potensi stabilisasi jangka menengah.
Investor juga menantikan catatan pertemuan Fed bulan Januari untuk memahami arah kebijakan suku bunga sepanjang 2026. Banyak analis memperkirakan tidak ada perubahan pada Maret, dengan pemotongan pertama kemungkinan baru terlihat pada Juni. Data perumahan bulanan juga menjadi fokus meskipun sempat tertunda akibat dampak penutupan pemerintah.