Pasar tenaga kerja AS menunjukkan dinamika yang campur aduk meskipun ada lonjakan permintaan. Laporan pekerjaan Jumat yang kuat tetap menjadi pusat perhatian investor karena meningkatkan ekspektasi terhadap permintaan konsumen. Dow Jones Industrial Average menguat tipis, sementara S&P 500 dan Nasdaq juga melanjutkan reli mingguan. Sentimen pasar dipicu oleh validitas bahwa pertumbuhan pekerjaan tetap menjadi pendukung utama pertumbuhan ekonomi meskipun tekanan biaya meningkat.
Data ISM Layanan untuk Maret menunjukkan konteks yang bercampur. PMI Layanan berada di 54.0, lebih rendah dari perkiraan 55 dan turun dari 56.1 bulan Februari. Meskipun indikator umum masih berada di wilayah ekspansi, beberapa komponen kunci menunjukkan perlambatan. Perhatian utama tertuju pada sisi tenaga kerja dan biaya produksi yang lebih tinggi.
Ketua ISM menyoroti bahwa dampak biaya terkait Iran dominan dalam komentar responden, terutama karena kenaikan harga gas dan diesel. Kendati demikian, pesanan baru tetap menunjukkan permintaan yang relatif tahan terhadap tekanan biaya. Kondisi ini menambah nuansa dalam prospek inflasi dan kebijakan moneter yang akan datang.
Harga minyak berfluktuasi tajam sepanjang sesi karena laporan diplomasi AS-Iran yang berubah-ubah. Satu proposal 45 hari gencatan senjata diajukan melalui perantara regional, namun Iran menolaknya secara tegas. Ketidakpastian seputar diplomasi meningkatkan volatilitas harga minyak dan menambah tekad pelaku pasar untuk menjaga ekspek pesan geopolitik.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Mei berada di sekitar 112 dolar AS per barel, sementara Brent mengikuti di sekitar 109 dolar per barel. Pasar tampak menahan diri meskipun ada pernyataan hawkish dari berbagai pihak mengenai pemulihan pasokan. Sinyal geopolitik tetap menjadi faktor utama yang membentuk pergerakan harga energi.
Beberapa analis menilai bahwa gangguan pasokan energi bisa berlanjut lebih lama dari proyeksi awal, memberikan dukungan bagi harga energi di jangka menengah. Perkembangan diplomatik yang berujung pada kemajuan nyata masih diperlukan untuk meredakan volatilitas yang ada.
Data tenaga kerja Februari menunjukkan kekuatan pasar kerja dengan tambahan 178.000 pekerjaan, melampaui ekspektasi. Unemployment rate turun menjadi 4.3%, sementara upah rata-rata naik sekitar 0.2% secara bulanan dan 3.5% secara tahunan, menunjukkan bahwa pertumbuhan upah melambat meskipun pasar kerja tetap kuat.
Futures pasar menunjukkan hampir tidak ada peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC 28-29 April, dengan pasar memperkirakan penahanan suku bunga 3.50-3.75% hingga akhir tahun. Keputusan ini dipengaruhi oleh dinamika inflasi yang tetap menjadi fokus para pelaku pasar.
Kamis mendatang BEA akan merilis estimasi ketiga PDB kuartal terakhir, disertai PCE sebagai ukuran inflasi yang diutamakan oleh Fed. CPI Februari menunjukkan YoY sebesar 2.4%, dan data CPI Maret akan diawasi untuk melihat apakah tekanan harga akibat minyak bisa merembet ke biaya konsumsi. Secara keseluruhan, pandangan kebijakan Fed cenderung menahan suku bunga sembari menilai data inflasi terbaru.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Dow Jones (US30) | ~46,500; naik 0.3% hari ini |
| PMI ISM Layanan Maret | 54.0 |
| Employment ISM Layanan | 45.2 (kontraksi) |
| Prices Paid ISM Layanan | 70.7 |
| New Orders ISM Layanan | 60.6 |
| Harga minyak WTI Mei | ~$112/bbl |
| Brent | ~$109/bbl |
| Unemployment rate | 4.3% |
| Hourly earnings MoM | 0.2% |
Catatan: Laporan ISM, NFP, dan data inflasi akan menjadi fokus utama dalam beberapa minggu ke depan.