Dolar melemah, EURUSD mendekati 1.1550 seiring harapan deeskalasi Iran

Dolar melemah, EURUSD mendekati 1.1550 seiring harapan deeskalasi Iran

trading sekarang

Indeks Dolar AS (DXY) turun mendekati area 100,00 pada hari Senin, karena para pelaku pasar menimbang ultimatum terbaru Presiden AS mengenai Selat Hormuz melawan harapan adanya kerangka gencatan senjata dengan Iran. Perkembang­an geopolitik seperti ini sering memicu volatilitas di pasar mata uang utama. Meski demikian, pilar makroekonomi yang lebih luas tetap mendukung sentimen berkat harga minyak yang tetap tinggi dan sikap Federal Reserve yang lebih berhati-hati.

Hasil itu menandai perubahan dinamika permintaan terhadap aset safe haven, di mana deeskalasi yang bermakna dapat mengurangi daya tarik dolar sebagai pelindung nilai. Namun, aliran berita geopolitik tetap mempengaruhi ekspektasi atas kebijakan moneter dan jalur suku bunga yang diambil bank-bank sentral global. Pasar menilai bahwa risiko geopolitik bisa membatasi lonjakan dolar dalam jangka pendek.

Data ISM Services PMI menunjukkan pertumbuhan melambat menjadi 54 pada Maret dari 56,1, sementara harga dibayar melonjak tajam. Angka-angka ini memperkuat kekhawatiran bahwa guncangan harga energi terkait konflik bisa mendorong inflasi. Investor juga menimbang bahwa respons kebijakan moneter The Fed akan tetap berhati-hati meski ada tekanan inflasi yang lebih tinggi daripada perkiraan.

EURUSD melompat mendekati zona 1,1550, namun kenaikan tersebut terbatas setelah rebound dari level terendah intraday. Kenaikan ini terjadi di tengah spekulasi bahwa deeskalasi risiko di Timur Tengah dapat meredam tekanan terhadap dolar AS. Meski demikian, trader tetap berhati-hati menjelang rilis berita tambahan terkait konflik regional.

GBPUSD naik menuju kisaran 1,3240, didorong oleh gambaran dolar AS yang melemah dan sentimen positif terhadap kemungkinan de‑eskalasi di wilayah tersebut. Berita-berita mengenai kemajuan diplomatik membantu mendorong pound lebih tinggi. Namun, para pelaku pasar menahan diri dari spekulasi berlebih hingga ada konfirmasi lebih lanjut.

USDJPY menunjukkan pergerakan yang relatif tenang setelah sempat sangat volatil di awal sesi, dengan yen mendapat dukungan dari melemahnya dolar serta fokus pada kemungkinan intervensi Jepang di sekitar level 160. Sisi lain, AUDUSD menguat menuju 0,6920 sejalan dengan perbaikan selera risiko di pasar, meskipun para pedagang tetap waspada terhadap berita geopolitik yang berpotensi memicu volatilitas.

Rantai Komoditas: Minyak dan Struktur Risiko Global

WTI crude tetap berada di atas level $112 per barel, didorong oleh gangguan di Selat Hormuz serta ancaman Trump untuk meningkatkan serangan jika pelayaran belum dibuka. Meski sentimen risiko membaik sejalan dengan laporan deeskalasi, produk OPEC+ yang menaikkan output bulan Mei membantu menahan kenaikan lebih lanjut.

Harga emas (logam mulia) berada di sekitar $4.660, dengan investor menimbang risiko geopolitik dan prospek pertumbuhan global. Permintaan terhadap aset berisiko belum pulih sepenuhnya, meskipun emas tetap menjadi pelindung nilai ketika volatilitas meningkat. Pergerakan harga dipengaruhi oleh dinamika minyak, dolar, dan sentimen risiko yang berubah-ubah.

Investors juga menantikan data ekonomi utama berikutnya yang dapat menambah arah bagi pasar, termasuk rilis nomor pesanan barang tahan lama AS, indeks harga konsumsi pribadi, serta indikator pertumbuhan ekonomi. Waktu rilis ini akan menjadi sumber volatilitas tambahan bagi semua kelas aset yang terpengaruh sentimen risiko global.

broker terbaik indonesia