DRMA Bagikan Dividen Tunai Rp329,41 Miliar untuk 2025 dengan Laba Melonjak 12,6%

DRMA Bagikan Dividen Tunai Rp329,41 Miliar untuk 2025 dengan Laba Melonjak 12,6%

trading sekarang

DRMA mengumumkan rencana pembagian dividen tunai untuk buku 2025 sebesar Rp329,41 miliar, setara Rp70 per saham. Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pemegang saham di tengah momentum pemulihan sektor logam. Kebijakan ini juga menjadi sinyal stabilitas keuangan perusahaan meski tantangan industri masih ada.

Laba bersih perusahaan mencapai Rp652,58 miliar per 31 Desember 2025, meningkat 12,6 persen dibanding realisasi tahun sebelumnya. Peningkatan laba didorong oleh peningkatan produksi dan efisiensi operasional, meskipun harga komoditas kadang berfluktuasi. Pertumbuhan laba tersebut memperkuat posisi kas untuk pembagian dividen yang konsisten.

Porsi laba untuk dividen pada buku 2025 mencapai 50 persen. RUPST menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara reinvestasi dan imbal hasil bagi pemegang saham. Hal ini perlu dicermati investor sebagai bagian dari strategi alokasi modal jangka menengah.

Rencana pembagian dividen tunai DRMA telah ditetapkan dengan rincian tanggal penting. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan 27 April 2026, sedangkan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung 28 April 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen 29 April 2026 dan ex dividen 30 April 2026.

Daftar Pemegang Saham (DPS) ditetapkan pada 29 April 2026, menandai momen kunci bagi investor yang ingin mengikuti kepemilikan saham DRMA. Pembayaran dividen direncanakan pada 7 Mei 2026. Pembayaran ini akan dilakukan melalui rekening investor yang terdaftar.

Nilai dividen sebesar Rp70 per saham menjadi ukuran yang disepakati sesuai laba bersih buku 2025. Kebijakan ini menandai aliran pendapatan langsung bagi pemegang saham saat cuaca pasar modal sedang berubah. Investor perlu memperhatikan tanggal ex dividen karena harga saham cenderung mengalami penyesuaian.

Analisis fundamental menunjukkan perusahaan berhasil menjaga arus kas melalui laba bersih yang meningkat dan kebijakan dividend. Dharma Polimetal berhasil menyehatkan neraca sejak 2024, didorong peningkatan produksi. Dividen Rp70 per saham meningkatkan yield bagi pemegang saham yang menahan saham.

Investor perlu mempertimbangkan risiko seperti volatilitas harga komoditas, fluktuasi input, dan faktor operasional yang dapat mempengaruhi laba di masa mendatang. Nilai dividen bisa berubah jika laba atau kebijakan disesuaikan, sehingga investor perlu memantau perkembangan operasional perusahaan. Dalam konteks ini, DRMA menunjukkan profil risiko dan peluang yang perlu dianalisis lebih lanjut oleh investor.

Menurut Cetro Trading Insight, skema dividen DRMA mencerminkan pijakan fundamental yang positif meski dinamika industri logam masih penuh tantangan. Jika kinerja laba berlanjut, investor bisa melihat potensi peningkatan imbal hasil di masa mendatang. Namun semua keputusan investasi tetap membutuhkan evaluasi risiko dan pemantauan data keuangan terkini.

broker terbaik indonesia