DSNG Catat Laba Bersih Rp1,82 Triliun di 2025, Didukung Produksi Kelapa Sawit dan Harga CPO Stabil

DSNG Catat Laba Bersih Rp1,82 Triliun di 2025, Didukung Produksi Kelapa Sawit dan Harga CPO Stabil

trading sekarang

Kinerja keuangan DSNG pada 2025 menunjukkan lonjakan signifikan. Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp1,82 triliun, melonjak 60,2 persen dibanding periode sebelumnya Rp1,14 triliun. Peningkatan ini dipicu oleh volume penjualan yang lebih tinggi dan perbaikan margin jual, terutama pada segmen kelapa sawit.

Dari sisi pendapatan, DSNG membukukan Rp12,3 triliun, naik 21,7 persen dari 2024 sebesar Rp10,1 triliun. Segmen kelapa sawit tetap menjadi kontributor utama dengan 88 persen dari total pendapatan. Harga jual rata-rata CPO juga naik 13,2 persen menjadi Rp14.474 per kilogram.

Produksi TBS meningkat 3,8 persen menjadi 2,19 juta ton. Produksi CPO tumbuh 4,9 persen menjadi 631 ribu ton, sedangkan produksi PK naik 4,5 persen menjadi 119 ribu ton. Analisis dari Cetro Trading Insight menyoroti upaya perusahaan menjaga kualitas dengan stabilnya tingkat FFA sekitar 39 persen.

Kondisi pasokan global menjadi faktor utama yang menjaga harga CPO tetap stabil sepanjang 2025. Produksi CPO di negara eksportir utama, seperti Indonesia dan Malaysia, masih terbatas meski permintaan dunia tetap kuat. Ketahanan harga ini juga didorong oleh dinamika pasokan yang tidak seimbang, sehingga pelaku industri tetap merasakan manfaatnya.

Di pasar domestik, kebijakan pemerintah mengenai program B40 turut menjaga permintaan sawit tetap kuat. Permintaan domestik yang stabil mendukung harga jual dan pendapatan perusahaan secara berkelanjutan. Dukungan kebijakan ini membantu lingkungan bisnis DSNG tetap kondusif meski faktor global berubah.

Produksi TBS, CPO, dan PK menunjukkan tren positif, didorong oleh peningkatan volume produksi. Kenaikan harga jual rata-rata CPO juga menguatkan margin operasional perseroan. Secara keseharian operasional, efisiensi produksi membantu menjaga stabilitas laba meski dinamika harga global berfluktuasi.

Segmen kayu kembali menunjukkan kemajuan, dengan penjualan panel kayu dan engineered flooring masing-masing meningkat 7,1 persen dan 1 persen. Nilai penjualan segmen ini mencapai Rp1,2 triliun, tumbuh 7,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Perbaikan permintaan turut mendorong peningkatan harga jual rata-rata sebesar 3,9 persen dan 4,2 persen pada produk terkait.

Segmen energi terbarukan menambah kontribusi pendapatan hingga Rp226 miliar, meningkat dari Rp182,8 miliar pada periode sebelumnya. Perkembangan ini menandai diversifikasi portofolio yang dilakukan DSNG. Peningkatan kapasitas di sektor RE dipicu oleh dorongan investasi berkelanjutan dan kesiapan pasar terhadap solusi ramah lingkungan.

Dari sisi neraca, total aset tercatat Rp17,6 triliun per 31 Desember 2025, naik 1,2 persen. Liabilitas turun menjadi Rp6 triliun, sementara ekuitas melonjak menjadi Rp11,6 triliun. Struktur modal yang lebih kokoh mendukung rencana investasi dan pertumbuhan jangka panjang.

broker terbaik indonesia