Saham AS Turun di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga Fed dan Tekanan Semikonduktor

Saham AS Turun di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga Fed dan Tekanan Semikonduktor

trading sekarang

Bursa saham AS dibuka dengan pelemahan yang mengejutkan, menandai perubahan arah setelah reli panjang yang membawa indeks ke rekor tertinggi. Sentimen investor berbalik karena data ekonomi yang menunjukkan pasar tenaga kerja masih kokoh meski tidak terlalu kuat.

Data nonfarm payroll Mei 2026 menunjukkan penambahan 172.000 pekerjaan, melampaui 115.000 pada bulan sebelumnya dan jauh di atas estimasi 85.000. Kondisi ini meningkatkan peluang bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan sebelum akhir tahun.

Pasar lalu memperkirakan peluang kenaikan 25 basis poin sekitar 98 persen, naik signifikan dari sekitar 60 persen sebelum rilis data. Pelaku pasar kini menimbang bahwa kebijakan moneter AS akan lebih ketat dalam beberapa bulan ke depan.

Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi. Saham-saham semikonduktor tertekan setelah reli lama, dengan NVIDIA turun sekitar 2,5 persen dan rataan saham Intel, Micron Technology, AMD, serta Broadcom turun berkisar 4–6 persen.

Indeks sektor teknologi turun 2,5 persen untuk hari ketiga berturut-turut, sementara Philadelphia Semiconductor turun lebih dari 5 persen. Pergerakan ini membebani indeks utama, dengan Dow Jones turun sekitar 0,25 persen pada pembukaan.

Beberapa analis menilai bahwa gejolak teknologilah yang menjadi penarik utama perhatian pelaku pasar. Citigroup dilaporkan memangkas eksposur terhadap saham, meskipun tetap mempertahankan pandangan positif tentang saham AS dalam jangka panjang karena potensi laba yang didorong tren AI.

Di antara pergerakan saham individual, Lululemon Athletica turun sekitar 8 persen setelah memangkas proyeksi laba tahunan, sedangkan Cooper Companies melonjak lebih dari 6 persen setelah mengumumkan kinerja kuartalan yang melebihi ekspektasi.

Sementara itu, keputusan S&P Global untuk tidak mengubah syarat masuk indeks utama meningkatkan peluang SpaceX untuk masuk ke S&P 500 pasca IPO menjadi lebih kecil. Investor kini menimbang risiko inflasi dan kebutuhan jeda dari reli beberapa bulan terakhir.

Dalam pandangan Cetro Trading Insight, dinamika ini menegaskan bahwa fokus investor beralih pada potensi laba jangka menengah dan bagaimana AI menopang pertumbuhan laba perusahaan, sambil menjaga kehati-hatian terhadap volatilitas pasar ke depan.

banner footer