DSSA Stock Split 1:25 untuk Perluas Investor Ritel, Harga Menuju Rp3.750

DSSA Stock Split 1:25 untuk Perluas Investor Ritel, Harga Menuju Rp3.750

trading sekarang

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengumumkan langkah korporasi yang berpotensi mengubah lanskap perdagangan saham perseroan: stock split. Aksi ini direncanakan untuk menambah jumlah pemegang saham ritel serta meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan memperbesar basis investor tanpa mengubah nilai kepemilikan pemegang saham yang ada.

Rencana ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah perseroan untuk menjaga daya tarik sahamnya di tengah dinamika pasar modal yang terus berubah. Para pemangku kepentingan diharapkan memahami bahwa mekanisme stock split bersifat teknis dan tidak mengubah total nilai pasar perseroan secara agregat. Menurut analisis awal, langkah ini bertujuan mempermudah akses pembelian saham oleh investor individu.

Dalam konteks publikasi dan analisis, platform kami Cetro Trading Insight menilai bahwa langkah này mencerminkan manajemen yang proaktif dalam menyeimbangkan likuiditas dengan struktur kepemilikan. Hal ini dipandang penting bagi persepsi investor ritel terhadap prospek jangka menengah perseroan.

Secara teknis, stock split 1:25 berarti setiap 25 saham lama akan diganti dengan 1 saham baru dengan nilai yang setara, sehingga jumlah saham beredar meningkat secara signifikan. Saat ini, harga saham DSSA berada di level Rp94.000, sehingga estimasi harga pasca-split berada di kisaran Rp3.750. Langkah ini diharapkan dapat menambah daya tarik pembelian bagi investor ritel yang sebelumnya membatasi jumlah pembelian per lot.

Nilai nominal saham juga akan mengecil dari Rp25 menjadi Rp1, dan total jumlah saham akan meningkat dari sekitar 7,7 miliar saham menjadi sekitar 192,6 miliar saham. Perubahan ini bersifat teknis dan proporsional terhadap kapitalisasi pasar, tetap menjaga keseimbangan hak pemegang saham yang ada. Implikasi harga secara teoritis adalah penurunan matematis sejalan dengan peningkatan jumlah saham beredar.

Selain itu, perseroan menegaskan bahwa perubahan struktural ini tidak mempengaruhi hak atau persentase kepemilikan pemegang saham. Jumlah dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional, sehingga nilai kepemilikan relatif tetap sama sebelum dan sesudah stock split. Dengan demikian, kepemilikan perseorangan maupun institusional tidak mengalami perubahan posisi hukum, meskipun jumlah sahamnya meningkat.

Dampak utama yang diharapkan adalah peningkatan likuiditas dan partisipasi investor, terutama dari kalangan ritel. Dengan harga per saham yang lebih terjangkau pasca-split, aktivitas perdagangan diharapkan bisa meningkat seiring waktu karena akses pembelian menjadi lebih mudah. Hal ini juga dapat memperbaiki aliran informasi pasar mengenai prospek perseroan di masa mendatang.

RUPSLB yang akan dilaksanakan secara hybrid melalui platform eASY.KSEI memudahkan partisipasi pemegang saham, termasuk investor ritel yang sebelumnya sulit hadir secara fisik. Rapat berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026, di Sinar Mas Land Plaza, Menara 2, M.H. Thamrin, Jakarta, dengan opsi kehadiran daring bagi mereka yang terdaftar di sistem registrasi. Pemegang saham berhak hadir sesuai Daftar Pemegang Saham per akhir sesi perdagangan Jumat, 13 Februari 2026.

Menurut Cetro Trading Insight, langkah stock split ini bisa memicu sikap positif terhadap prospek DSSA meskipun sifatnya teknis. Walau sinyal trading langsung masih tergolong rendah karena fokusnya pada likuiditas dan struktur kepemilikan, investor disarankan untuk menilai profil risiko serta potensi likuiditas jangka menengah setelah transformasi ini. Kami menekankan pentingnya analisis kelanjutan terhadap kinerja operasional dan pasar publik terkait DSSA.

broker terbaik indonesia