
Analyst Francesco Pesole mencatat bahwa pelemahan dolar belakangan ini lebih didorong oleh sentimen pasar daripada data ekonomi. Ia menekankan bahwa pergerakan dolar perlu dilihat melalui lensa konteks global dan risiko yang sedang berputar. Kondisi ini membuat respons pasar terhadap data berisiko berubah-ubah dalam jangka pendek.
Pesole juga menyebut bahwa ada peluang bagi DXY untuk mengalami koreksi naik meskipan lingkungan kebijakan belum menunjukkan fondasi yang kuat untuk reli berkelanjutan. Artinya, perbaikan jangka pendek bisa terjadi jika sentimen berbalik, tetapi tren utama dolar tetap rapuh. Hal ini menegaskan bahwa pasar menunggu konfirmasi data berikutnya.
Kalendar ekonomi pekan ini semakin memperkuat nada tidak pasti terhadap greenback, termasuk rilis data penjualan ritel Desember yang flat. Target 96.0 pada DXY mungkin terlihat jika data mengecewakan, tetapi peluang tersebut tidak berarti pemulihan jangka panjang sudah tercapai. Pasar juga menilai bahwa volatilitas bisa meningkat tanpa adanya arah yang jelas.
Analyst memperkirakan sekitar 80 ribu payrolls baru bulan ini, lebih tinggi dari konsensus sekitar 65 ribu. Angka ini dinilai bisa mengubah persepsi pasar terhadap daya tahan pasar tenaga kerja dan potensi risiko bagi kebijakan moneter. Dalam konteks ini, 4,4% tingkat pengangguran diperkirakan tetap stabil tanpa perubahan besar.
Tingkat pengangguran diproyeksikan tetap di sekitar 4,4%, tanpa kejutan besar. Pandangan ini membantu menjaga ekspektasi bahwa perubahan kebijakan mendatang tidak akan terlalu agresif. Data payroll yang sesuai ekspektasi bisa menenangkan sebagian ketidakpastian pasar tentang arah suku bunga.
Jika angka payroll keluar sesuai ekspektasi atau lebih kuat, dampak pada risiko makro bisa mereda sebagian, tetapi narasi umum tentang dolar tetap berhati-hati. Pasar akan mempertimbangkan data terkait tenaga kerja dalam konteks inflasi dan pertumbuhan global, sehingga perubahan tren bisa cepat terjadi.
Print payroll yang lemah bisa membuka peluang untuk pemotongan suku bunga pada bulan April, menurut analisa yang dikutip. Dalam skenario tersebut, DXY bisa menguji kembali level sekitar 96.0 dalam beberapa hari ke depan, membentuk dinamika risiko bagi posisi carry.
Namun, narasi utama saat ini adalah bahwa reli dolar berkelanjutan belum terlihat kuat. Sentimen pasar dan risiko global tetap menjadi faktor penentu, sehingga sinyal trading masih kabur dan tidak ada konklusi jelas.
Pelaku pasar dianjurkan memantau data kalender berikutnya dan menjaga manajemen risiko yang ketat, karena volatilitas dapat meningkat jika realitas ekonomi menyimpang dari ekspektasi.