USD/JPY Rebound Pasca Intervensi Jepang: Analisis Teknis dan Dampak Data Ekonomi

USD/JPY Rebound Pasca Intervensi Jepang: Analisis Teknis dan Dampak Data Ekonomi

trading sekarang

USD/JPY menguat sekitar 0.5% pada hari Selasa, setelah intervensi yen pekan lalu yang menahan pelemahan pair tersebut. Yen sempat rebound karena aksi otoritas Jepang, dan pasangan sempat turun hampir 2.5% sebelumnya. Pada saat penulisan, USD/JPY diperdagangkan sekitar 157.91. Menurut catatan Cetro Trading Insight, dinamika ini menunjukkan respons pasar yang berhati-hati namun tetap mengandung peluang bagi yen di jangka pendek.

Selain faktor teknis, narasi pasar tetap dipengaruhi oleh dinamika geopolitik. Optimisme mengenai gencatan senjata di wilayah Timur Tengah saat ini mendukung selera risiko meski konflik belum mereda. Indeks dolar (DXY) stabil di sekitar 98.48 sementara imbal hasil US 10-tahun sedikit turun, menambah nuansa hati-hati di perdagangan mata uang utama.

Beberapa pejabat AS menegaskan komitmen terhadap jalur pengiriman melalui Hormuz, sembari memperingatkan respons tegas terhadap langkah spekulatif. Intervensi Jepang pekan lalu diperkirakan memengaruhi arah pergerakan USD/JPY selama beberapa sesi ke depan, meski pasar mencari level 156.50–157.00 sebagai titik keseimbangan sementara yang diharapkan.

Data ISM Services PMI April turun menjadi 53.6 dari 54.0 bulan sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan jasa tetap moderat. Sub-komponen pekerjaan meningkat dari 45.2 menjadi 48.0, meski indeks harga dibayar tetap tinggi di 70.7—level yang belum terlihat sejak April 2022. Defisit perdagangan Maret membengkak seiring investasi AI yang meningkat, menambah tekanan pada ekonomi AS.

Penurunan laju pertumbuhan tenaga kerja dan perubahan permintaan global memengaruhi prospek kebijakan moneter. JOLTS menunjukkan penurunan peluang kerja dari 6.922 juta menjadi 6.866 juta, melampaui ekspektasi pasar. Kepala Bank di New York, John Williams, menyatakan kebijakan saat ini masih tepat mengingat ketidakpastian regional, tanpa memberikan pedoman jelas mengenai perubahan suku bunga di masa depan.

Kerangka risiko membuat USD/JPY tetap sensitif terhadap pernyataan kebijakan moneter global. Pasar memantau kemungkinan pergerakan menuju 160.00 jika likuiditas tetap kuat dan ekspektasi kebijakan tidak berubah. Intervensi yen pekan lalu menunjukkan bahwa otoritas Jepang siap mengambil tindakan jika pergerakan dinilai terlalu spekulatif.

Dalam kerangka harian, USD/JPY diperdagangkan di sekitar 157.89 dengan bias bearish jangka pendek karena harga masih berada di bawah cluster moving averages sekitar 158.69. Break di atas resistance tersebut akan membuka peluang perpanjangan menuju tren naik yang lebih luas, meski momentum bullish terlihat lemah dengan RSI sekitar 45.

Resistensi utama berada di sekitar 158.69, dan pergerakan lebih lanjut menuju 160.00 hanya mungkin jika harga berhasil mengklaim level psikologis itu. Sementara itu, support struktural pertama berada di sekitar garis tren kenaikan panjang di 155.38, diikuti oleh support tren naik di sekitar 153.45; zona 148.40 menjadi lantai jika tekanan jual meningkat lebih lanjut.

Dengan fokus pada rilis NFP Jumat ini dan beberapa pidato pejabat Fed, para pelaku pasar menimbang potensi perubahan kebijakan jika data tenaga kerja menunjukkan deviasi besar. Intervensi BOJ pekan lalu juga menunjukkan bahwa volatilitas USD/JPY bisa tetap tinggi dalam beberapa sesi mendatang. Analisis ini disusun untuk memberi gambaran teknikal yang relevan bagi pembaca Cetro Trading Insight.

banner footer