DXY Diperkirakan Bergerak Menanti CPI AS dan Ketegangan Geopolitik Terbaru

DXY Diperkirakan Bergerak Menanti CPI AS dan Ketegangan Geopolitik Terbaru

trading sekarang

Indeks Dolar AS berbalik lebih rendah pada hari Selasa, seiring investor mencoba menimbang ekspansi risiko. Pasar mencoba menilai dampak dari dinamika geopolitik yang berlanjut serta koreksi teknikal akibat lonjakan volatilitas di pasar komoditas. Tim analisis Cetro Trading Insight mencatat adanya nuansa kehati-hatian yang melingkupi pergerakan mata uang utama, di tengah berita-berita bertentangan mengenai status aliran minyak.

Di satu sisi, narasi mengenai eskalasi ketegangan tetap kuat. Presiden AS kembali menegaskan bahwa perang sudah sangat intens, sementara harga minyak anjlok sekitar 10 persen menyusul rapat darurat IEA mengenai potensi rilis cadangan strategis. Sebaliknya, saat pejabat pertahanan mengisyaratkan hari yang paling intens untuk serangan militer, fokus pasar bergeser pada Kish Island dan daerah Iran selatan.

Tambahan kebingungan muncul ketika pernyataan Sekretaris Energi menunjukkan bahwa kapal minyak berhasil dicegat melalui Selat Hormuz, lalu dihapus. Reuters kemudian mengonfirmasi penarikan klaim tersebut. Peristiwa ini memicu pertanyaan baru tentang sejauh mana operasi pengawalan benar-benar berlangsung dan tentang kredibilitas jaminan pemerintah mengenai kelancaran aliran crude melalui chokepoint penting ini.

\

Sesaat sebelum rilis data utama, fokus pasar tertuju pada langkah inflasi AS. Laju CPI Februari yang diperkirakan akan dirilis pada pukul 12:30 GMT diproyeksikan naik 0,3 persen secara bulanan dan 2,4 persen secara tahunan, dengan CPI inti diproyeksikan naik 0,2 persen. Data ini tidak mencerminkan lonjakan harga energi yang terjadi belakangan, namun setiap kejutan ke atas bisa memperkuat ekspektasi pasar mengenai kebijakan Federal Reserve yang lebih tegas.

Dalam konteks ini, para analis menegaskan bahwa arah kebijakan moneter tetap sangat terpaut pada angka inflasi. Kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan bisa meningkatkan tekanan pada kebijakan, sementara itu pasar menilai kemungkinan pengetatan yang lebih progresif jika inflasi tetap membandel. Secara umum, dinamika inflasi menjadi katalis utama bagi pergerakan dolar dan aset risiko sepanjang pekan.

Selain CPI, pekan ini juga menampilkan klaim pengangguran awal, pidato pejabat Federal Reserve, serta laporan penting Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal terakhir dan survei kepercayaan konsumen University of Michigan. Rangkaian data ini dipandang sebagai indikator utama untuk menilai arah kebijakan fiskal dan moneter ke depan. Para pelaku pasar juga memantau data tenaga kerja untuk melihat apakah ada perubahan pola permintaan domestik yang bisa mempengaruhi sikap kebijakan bank sentral.

\

Gambaran Skenario Pasar dan Rekomendasi

Secara garis besar, faktor geopolitik tetap menjadi penggerak utama dalam dinamika dolar. Jika risiko geopolitik kembali meningkat atau harga minyak menguat, daya tarik dolar sebagai aset aman bisa menguat secara cepat. Perhatikan bagaimana perubahan sentimen risiko dapat mengubah posisi mata uang utama dalam beberapa sesi ke depan.

Sebaliknya, jika konflik mereda seperti yang diisyaratkan beberapa pihak, pasar berpotensi melihat unraveling premi risiko perang. Dalam konteks ini, DXY bisa melemah karena pembalikan premi risiko hingga recalibrasi ekspektasi penurunan suku bunga. Namun, pergerakan ini bisa berlangsung volatil tergantung respons kebijakan bank sentral dan arah harga minyak yang berkelanjutan.

Pada rilis CPI berikutnya, para pelaku pasar menantikan kejelasan arah dolar. Angka inflasi yang lebih panas dari perkiraan bisa memicu pengetatan kebijakan lebih lanjut, sementara angka yang kurang agresif dapat mempertahankan ekspektasi pelonggaran. Secara kumulatif, dinamika ini akan menentukan reli atau koreksi jangka pendek pada indeks dolar yang menjadi fokus utama kalangan pelaku pasar finansial.

broker terbaik indonesia