Indeks DXY berada dalam pola melemah untuk sesi ketiga berturut-turut dan diperdagangkan mendekati level 96.80 pada perdagangan Asia. Pergerakan ini mencerminkan perubahan sentimen pasar menuju risiko yang lebih positif meski data AS tetap menahan arah kebijakan. Pelaku pasar tetap memperhatikan bagaimana dinamika permintaan asing terhadap aset dolar dapat mempengaruhi mata uang utama.
Regulasi China yang mendorong lembaga keuangan membatasi kepemilikan US Treasuries memperkuat kekhawatiran terhadap konsentrasi risiko. Kebijakan tersebut dilihat sebagai upaya menurunkan eksposur terhadap ketidakpastian kebijakan ekonomi AS. Di sisi lain, perbaikan sentimen risiko global menambah tekanan pada kebutuhan akan likuiditas dolar.
Ekspektasi inflasi satu tahun ke depan telah menurun menjadi 3.1% pada Januari, menambah tekanan pada proyeksi kebijakan moneter. Para analis memperkirakan Federal Reserve akan menahan suku bunga pada pertemuan bulan Maret, dengan potensi pemangkasan di Juni atau September bila data tetap tertekan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran komprehensif bagi pembaca awam tanpa mengedepankan spekulasi berlebihan.
Pasar sekarang menantikan data Retail Sales AS yang akan dirilis dalam sesi Amerika untuk menilai kekuatan konsumsi dan tekanan inflasi. Data tersebut dinilai akan mempengaruhi persepsi terhadap jalur kebijakan Federal Reserve. Sinyal ini juga memperlihatkan bagaimana data ekonomi berperan sebagai pendorong utama pergerakan mata uang dalam beberapa hari ke depan.
Rapat kebijakan dan sikap pasar menunjukkan bahwa sebagian besar analis memperkirakan Fed akan menahan suku bunga di Maret dengan pelonggaran bertahap yang mungkin baru terlihat pada Juli atau lebih lanjut. Ekspektasi pemotongan di Juni dan September telah menjadi referensi utama bagi trader pasar mata uang. Gema dari data inflasi dan pekerjaan akan menjadi penentu utama arah kebijakan berikutnya.
Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, menggarisbawahi bahwa ekonomi bisa berada dalam fase perekrutan kerja yang rendah meski dinamika pasar kerja bisa berubah. Perkiraan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan tetap independen meski dinamika pasar kerja menambah tekanan pada jalur kebijakan. Para pembaca disampaikan materi ini melalui Cetro Trading Insight untuk membantu pemahaman yang lebih luas.
Faktor-faktor tersebut menciptakan lanskap volatilitas yang tipis bagi dolar, dengan pergerakan lebih banyak dipicu oleh kejutan data ekonomi. Investor mencoba membedah bagaimana perubahan permintaan asing terhadap aset-denominated Amerika berpotensi menekan atau mengangkat DXY pada sesi berikutnya. Risiko ini menuntut kehati-hatian dalam pengelolaan posisi.
Rilis data pekerjaan Januari yang tertunda dan laporan CPI yang mendekat akan menjadi kunci dalam menilai kapan potensi pelonggaran kebijakan mulai muncul. Jika data menunjukkan pelemahan berkelanjutan, pasar bisa melihat jeda lebih lama untuk pemangkasan suku bunga. Trader disarankan fokus pada dinamika imbal hasil dan likuiditas pasar guna mengatur jarak open, take profit, dan stop loss.
Meski pejabat Fed menekankan independensi, volatilitas tetap mungkin terjadi karena data ekonomi bisa mengubah ekspektasi pasar secara cepat. Indikator risiko seperti volatilitas finansial dan arus modal asing perlu diamati untuk menilai peluang di pasangan-pair utama. Laporan ini menyajikan prinsip manajemen risiko yang jelas agar pembaca dapat mengaplikasikan pedoman secara praktis.