DXY Melemah Setelah Tariff IEEPA Dibatalkan Mahkamah: Data AS Campuran

DXY Melemah Setelah Tariff IEEPA Dibatalkan Mahkamah: Data AS Campuran

Signal /DXYSELL
Open97.800
TP96.500
SL98.600
trading sekarang

Setelah pengumuman mahkamah mengenai IEEPA tariffs, DXY menunjukkan pergerakan yang volatil. Sesaat sebelum rilis keputusan, indeks dolar sempat menguat tipis, namun langsung terguncang saat keputusan dibacakan. Pasar menilai pencabutan sebagian tarif dapat mengurangi beban inflasi sehingga ruang kebijakan moneter menjadi lebih longgar.

GDP Q4 AS tumbuh 1.4% secara tahunan, jauh dari perkiraan 3.0% dan melambat tajam dari 4.4% pada Q3. Penutupan pemerintah di Q4 diperkirakan menghapus sekitar 1,5 poin persentase dari angka headline. Dari sisi inflasi, PCE naik menjadi 2,9% YoY dan core PCE naik menjadi 3,0%, keduanya meningkat 0,4% secara bulanan.

Gabungan data tersebut menciptakan gambaran stagflasi yang membingungkan agar pelaku pasar sulit memfokuskan arah. DXY turun ke sekitar 97,75, meluncur melewati level rendah sesi, dan investor menilai implikasi ketidakpastian kebijakan. Reaksi pasar lebih terdorong pada prospek di mana biaya pokok murah dapat mengizinkan jeda kebijakan suku bunga, tetapi dinamika fiskal seperti pengembalian pungutan juga menambah ketidakpastian.

Rilis data lanjutan di sesi setempat menunjukkan beberapa indikator melambat meski tidak bergerak besar. PMI S&P Global Februari menunjukkan manufaktur 51,2 (dibandingkan 52,6 yang diharapkan) dan jasa 52,3 (dibandingkan 53,0). Angka komposit turun menjadi 52,3 dari 53,0, menandakan momentum pertumbuhan melambat secara keseluruhan.

University of Michigan February sentiment index telah final di 56,6, di bawah konsensus 57,3. Ekspektasi inflasi 1 tahun turun menjadi 3,4% dan 5 tahun turun menjadi 3,3%, mengindikasikan ekspektasi rumah tangga terhadap inflasi mulai melunak.

Penjualan rumah baru November melonjak 15,5% MoM sementara pembacaan Desember turun 1,7%, menunjukkan volatilitas permintaan perumahan di tengah perubahan kebijakan fiskal.

Penghapusan tarif IEEPA menambah ruang bagi disinflasi jangka panjang dan memberi Fed peluang untuk menilai jalur kebijakan yang lebih lunak jika tekanan inflasi mereda. Namun efek fiskal potensial seperti pengembalian $175 miliar pungutan perlu dikelola, karena hal itu menambah dampak pada anggaran dan kebijakan fiskal.

Rilisan dari pejabat bank sentral tetap mengusung nada hawkish meski konteks keputusan hukum menambah ketidakpastian. Presiden Atlanta Fed, Raphael Bostic, menegaskan inflasi masih tinggi, kebijakan tidak akan segera melunak, dan ada kemungkinan tidak ada pemangkasan pada 2026.

Investors kini memantau bagaimana pelaku bisnis menyesuaikan diri dengan lanskap perdagangan baru, termasuk bagaimana pasar menilai kelayakan refund dan langkah pengganti kebijakan. Dalam konteks itu, arah DXY tetap dipengaruhi dinamika bunga relatif, risiko fiskal, serta perubahan dalam ekspektasi kebijakan Fed.

InstrumenOpenTake ProfitStop LossSinyal
DXY97.8096.5098.60Sell
broker terbaik indonesia