Indeks dolar AS DXY mendekati 97.85 pada sesi Eropa, setelah Mahkamah Agung AS memutuskan terkait kebijakan tarif. Pasar mencerna implikasi hukum dan potensi dampaknya terhadap hubungan perdagangan internasional. Pergerakan ini muncul meski ada beberapa faktor pendukung bagi greenback di tengah ekspektasi kebijakan moneter.
Reaksi awal pasar terhadap putusan MA sempat melemahkan dolar, namun langkah lanjutan pemerintah untuk menaikkan tarif global memberi sinyal bahwa tekanan perdagangan belum berakhir. Investor menilai bagaimana kebijakan tarif bisa mempengaruhi biaya impor dan permintaan domestik. Dalam laporan analisis harian, Cetro Trading Insight menekankan bahwa volatilitas bisa tetap tinggi hingga jelas arah kebijakan.
Yang menarik, pelaku pasar menantikan pidato pejabat Federal Reserve untuk petunjuk terkait suku bunga. Dalam data pekerjaan Januari yang kuat, peluang untuk jeda kebijakan makin terlihat. Secara umum, pembacaan indeks dan berita politik akan menjaga pergerakan dolar tetap sensitif pada berita kebijakan.
Gugus pernyataan dari Federal Reserve menunjukkan kesiapan untuk mempertahankan suku bunga di level saat ini pada pertemuan Maret, sambil terus menilai perkembangan tenaga kerja dan inflasi. Para pejabat menegaskan bahwa keputusan akan bergantung pada data terbaru dan dinamika harga. Analisis di Cetro Trading Insight menekankan bahwa sinyal kebijakan bisa berubah jika momentum pekerjaan melambat.
Data pekerjaan Januari menunjukkan penambahan sekitar 130 ribu posisi, sebuah angka yang memberi dukungan pada argumen untuk menahan kebijakan. Jika tren ini berlanjut, komite kebijakan bisa memilih menjaga suku bunga tetap stabil demi menjaga pemulihan tenaga kerja. Sementara itu, pasar melihat peluang dampak pada prospek jangka pendek ketika inflasi tetap terkendali.
Pada kenyataannya, pasar juga memantau CME FedWatch untuk memahami probabilitas kebijakan pada pertemuan Maret dan April. Indikator ini mencerminkan ekspektasi pelaku pasar mengenai arah suku bunga dalam beberapa kuartal ke depan. Sinyal yang konsisten bahwa kebijakan akan tetap hold memperkuat narasi stabilitas suku bunga dalam kisaran tertentu.
Langkah Presiden Trump untuk meningkatkan tarif global sebagai respons terhadap putusan pengadilan dapat menambah volatilitas perdagangan internasional. Hal ini berdampak pada biaya impor dan dinamika permintaan konsumen domestik. Selain itu, pernyataan terkait tarif memberi gambaran bahwa pasar masih mengantisipasi langkah lanjutan di bidang kebijakan perdagangan.
Walaupun putusan MA menambah ketidakpastian, komunikasi kebijakan yang tegas dari pemerintahan AS bisa menenangkan beberapa kekhawatiran pasar. Pelaku pasar menilai peluang dolar menguat jika kebijakan baru dipandang sebagai upaya menegakkan kepastian eksekusi perdagangan. Namun, risiko utama tetap berasal dari respons negara mitra dagang terhadap rencana tarif yang baru.
Outlook kedepan akan sangat bergantung pada pidato dan komentar pejabat Fed serta pernyataan resmi terkait saat-saat kritis mendatang. Trader disarankan memantau arah dolar terhadap data tenaga kerja dan pembaruan kebijakan publik. Dalam kerangka risiko-reward, pendekatan trading yang lebih hati-hati disarankan hingga arahnya jelas.