
DXY diperdagangkan sekitar 99.05 pada sesi Asia awal, mencerminkan tekanan beli relatif di pasar mata uang utama. Pergerakan ini menunjukkan penilaian investor terhadap arah kebijakan moneter AS serta dinamika risiko global. Secara teknikal, level sekitar 99.00 menjadi acuan penting untuk menilai momentum ke depan.
Kabar mengenai negosiasi antara AS dan Iran menambah kompleksitas rekomendasi pasar. Juru bicara Iran, Araghchi, menegaskan bahwa pembicaraan masih berjalan dan belum ada penilaian akhir hingga transparansi tercapai. Ketidakpastian geopolitik seperti ini bisa memicu fluktuasi pada dolar dalam jangka menengah.
Investors menantikan laporan pekerjaan Mei (NFP) yang akan dirilis pada Jumat mendatang. Analis memperkirakan sekitar 96 ribu penambahan pekerjaan, dengan tingkat pengangguran sekitar 4.3 persen. Jika data menunjukkan kejutan positif, dampaknya cenderung menguatkan DXY pada sesi berikutnya.
Pernyataan pejabat Iran menunjukkan negosiasi dengan AS masih berlangsung dan prosesnya belum mencapai kesepakatan final. Pasar menilai dinamika Hormuz dan isu uranium tetap menjadi bagian penting dari risiko geopolitik yang bisa memengaruhi dolar. Ketidakpastian kebijakan luar negeri mendorong pelaku pasar untuk menahan posisi di aset safe-haven.
Investor juga memantau prospek kebijakan moneter AS. Data ekonomi yang membentuk ekspektasi kebijakan Fed, termasuk peluang kenaikan 25 basis poin pada akhir tahun sekitar 41.2 persen menurut CME FedWatch, dapat memicu pergeseran arus modal ke dolar jika ekonomi tetap kuat. ISM Manufacturing PMI yang akan dirilis juga menjadi indikator kunci untuk menilai momentum manufaktur AS.
ISM PMI yang kuat biasanya mendukung prospek dolar karena mencerminkan kesehatan sektor riil yang lebih solid. Dengan demikian, pelaku pasar memperhatikan setiap petunjuk dari angka PMI untuk menimbang potensi tekanan pada imbal hasil obligasi. Secara keseluruhan, narasi geopolitik dan data ekonomi menjadi dua pilar utama yang membentuk arah dolar.
Rilis NFP May bisa menjadi momen penentu arah dolar dalam beberapa sesi ke depan. Jika data menunjukkan kejutan positif, risiko terhadap dolar cenderung meningkat karena pasar menimbang pemulihan tenaga kerja yang lebih kuat. Namun jika angka mengecewakan, dolar berpotensi melemah terhadap mata uang utama lainnya.
Analisa teknikal menunjukkan bahwa pergerakan DXY bisa mempertahankan tren jika data AS tetap mendukung ekspektasi pasar. Target jangka pendek berada di sekitar 100.50, sedangkan potensi penurunan bisa menguji level 98.60 jika sentimen pasar berubah drastis. Rasio risiko-imbalan untuk posisi buy DXY berada di atas 1:1.5, sesuai pedoman analisis kami.
Secara keseluruhan, dinamika data tenaga kerja, PMI, dan pernyataan kebijakan moneter membentuk kerangka utama bagi pergerakan dolar. Pelaku pasar disarankan menjaga fleksibilitas dan menghindari posisi terlalu dini sebelum rilis data utama berlangsung.