
Gelombang optimisme melanda bursa Asia pada perdagangan Senin, seperti dicatat oleh Cetro Trading Insight, setelah Wall Street menutup pekan lalu dengan rekor tertinggi. Investor cenderung melihat peluang pertumbuhan global yang didorong oleh kemajuan teknologi dan permintaan semikonduktor. Meskipun risiko geopolitik tetap ada, nada pasar tetap risk-on dan fokus pada data ekonomi serta perkembangan sektor teknologi.
Nikkei 225 berhasil menguat 691,42 poin atau 1,04 persen, ke level 67.020,92, setelah sempat menyentuh rekor intraday di 67.050,43. Penguatan ini didorong oleh pergerakan saham-saham teknologi dan keuangan, meskipun sektor otomotif masih berada di tekanan jual. Secara sektoral, posisi perusahaan berkapitalisasi besar menjadi motor utama, dengan SoftBank Group melonjak hampir 9 persen, sedangkan Uniqlo dan Fast Retailing turun mendekati 2 persen.
Di sisi lain, tekanan pada sektor otomotif terlihat jelas lewat penurunan saham Honda Motor dan Toyota Motor Corporation, keduanya turun lebih dari 4 persen. Sentimen positif juga terlihat di Korea Selatan, di mana KOSPI melonjak sekitar 4,60 persen ke level 8.869, mendorong indeks mencetak rekor baru. Menurut data Trading Economics, lonjakan ekspor Korea Selatan Mei 2026 mencapai 87,8 miliar dolar AS, naik 53 persen yoy, terutama didorong oleh ekspor semikonduktor yang melonjak 169 persen secara tahunan. Samsung Electronics memimpin kenaikan dengan lonjakan sekitar 5,7 persen, dan kunjungan CEO Jensen Huang ke Korea Selatan pekan ini dipandang mampu membuka peluang kerja sama di sektor AI dan semikonduktor.
Di kawasan lain, China menunjukkan dinamika positif dengan Shanghai Composite menguat 0,46 persen dan Hang Seng Hong Kong naik 1,07 persen, sementara Straits Times Singapura bergerak relatif datar. Berbeda dengan mayoritas pasar Asia, indeks ASX 200 Australia terkoreksi 0,14 persen. Secara global, fokus tetap pada bagaimana sentimen positif dari Wall Street dan hasil ekspor Asia mempengaruhi arah pasar ke depannya.
Di Asia Timur, sentimen positif ditopang pergerakan Nikkei 225 yang mencatat rekor tertinggi, disertai lonjakan saham-saham berbasis teknologi dan keuangan. Laga pasar didorong optimisme bahwa pertumbuhan regional masih sehat meski otomotif sempat melemah. Selain itu, dinamika ekspor Korea Selatan yang kuat, terutama di sektor semikonduktor, memperkuat prospek AI dan inovasi teknologi sebagai pendorong utama pasar regional.
Di China, indeks Shanghai Composite menguat 0,46 persen, sementara Hang Seng Hong Kong meningkatkan 1,07 persen. Hal ini menambah gambaran bahwa kabar positif dari rantai produksi dan permintaan global memberi sinyal stabilnya pergerakan harga di kawasan, meskipun volatilitas tetap ada. Sementara itu, indeks Straits Times Singapura bergerak datar, menunjukkan bahwa dikotomi antara wilayah tetap relevan untuk investor regional.
Secara global, sentimen positif juga datang dari Amerika Serikat: Dow Jones Industrial Average naik 0,7 persen menjadi 51.032,46, S&P 500 bertambah 0,2 persen ke 7.580,06, dan Nasdaq Composite naik 0,2 persen menjadi 26.972,62. Investor tetap mencermati perkembangan perundingan antara AS dan Iran karena kesepakatan dapat meredakan gangguan pasokan energi global, meskipun ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor yang perlu diawasi dalam jangka pendek.