
Indeks dolar AS (DXY) menguat untuk hari kedua berturut-turut karena investor beralih ke aset safe-haven akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga DXY bergerak sekitar 98.10 pada sesi Asia Selasa. Investor mencermati dinamika konflik dan potensi eskalasi militer yang dapat memicu permintaan terhadap dolar. Pasar menilai bahwa mata uang global mungkin lebih aman dibandingkan rekannya.
Risiko geopolitik menambah probabilitas kembalinya operasi militer besar, yang biasanya memicu pelarian dari aset berisiko ke dolar. Aset safe-haven, termasuk dolar, terlihat menarik bagi investor yang memantau potensi gangguan pada stabilitas regional. Di tengah kekhawatiran ini, pernyataan pejabat Gedung Putih dan langkah Iran memperkaya narasi mengenai bagaimana konflik mempengaruhi arus inflasi dan kebijakan Federal Reserve.
Para pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi April Selasa untuk melihat dampak perang Iran terhadap ekonomi dan kebijakan Fed. Pertemuan penting antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping minggu ini juga dianggap sebagai faktor penting bagi sentimen perdagangan global. Kedua faktor ini dapat membentuk arah DXY dalam beberapa sesi ke depan.
Rilis inflasi AS untuk April menjadi fokus utama karena dapat memberikan petunjuk mengenai bagaimana perang Iran mempengaruhi ekonomi konsumsi dan kebijakan moneter. Pasar menilai bahwa angka inflasi yang lebih tinggi atau lebih rendah bisa memodulasi langkah Federal Reserve. Penilaian ini berdampak pada likuiditas dolar dan arah DXY.
Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping diperkirakan akan menyoroti perdagangan, kecerdasan buatan, dan keamanan energi global. Komentar kebijakan dan dinamika ekonomi saat ini menambah tekanan pada preferensi investor terhadap dolar sebagai alat lindung nilai. Pelaku pasar menimbang risiko geopolitik terhadap peluang di aset berisiko maupun mata uang utama.
Secara praktis, pergerakan DXY yang didorong oleh faktor fundamental bisa menawarkan peluang trading bagi para trader jika pola harga mendukung. Strategi risiko-imbalan sebaiknya mengikuti prinsip minimal 1:1.5, dengan target keuntungan yang lebih besar dari risiko. Open sekitar 98.10, tp 98.85, dan sl 97.60 menjadi contoh skema yang sejalan dengan prinsip tersebut. Analisis ini dirilis oleh Cetro Trading Insight.