
Indeks DXY bergerak menuju gain mingguan pertama dalam tiga pekan, didorong oleh imbal hasil Treasuries yang lebih tinggi, data inflasi AS yang kuat, dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Investor menilai bahwa Federal Reserve tetap hawkish meskipun berbagai risiko geopolitik memicu volatilitas pasar. Kondisi ini menambah daya tarik dolar sebagai aset safe-haven untuk para pelaku pasar.
Ketika data CPI dan PPI terbaru dirilis, pasar melihat tekanan inflasi yang masih menunjukkan momentum kenaikan. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat akan tetap relevan menjelang akhir tahun. Ketidakpastian geopolitik lanjutnya, termasuk dinamika negosiasi AS-Iran, turut menopang permintaan terhadap dolar.
Harga minyak yang lebih tinggi terkait ketegangan Timur Tengah menjadi pendorong utama inflasi dan risiko harga energi. Di tengah itu, pasar menimbang sinyal dari sesi diskusi antara pemimpin utama mengenai kebijakan perdagangan dan investasi. Kondisi ini mengangkat imbal hasil obligasi AS dan mendukung pandangan untuk dolar menguat lebih lanjut.
Secara teknikal, DXY mempertahankan bias jangka pendek yang konstruktif setelah menutup di atas level moving average utama. 50-day SMA berada di sekitar 99.00 dan 100-day SMA di sekitar 98.48 memberikan fondasi teknis untuk pergerakan lebih lanjut. RSI(14) berada di sekitar 58.7 dan MACD berada di zona positif, mengisyaratkan momentum bullish yang dapat berlanjut.
Rintangan teknikal pertama berada di 100.00, dan jika berhasil ditembus, jalur menuju 100.50 menjadi lebih jelas. Level resistance ini membentuk hambatan utama untuk penguatan lebih lanjut dalam jangka pendek. Dukungan terdekat berada di 99.00, diikuti 98.48, dengan 97.75 sebagai area permintaan jika penurunan tetap terjadi.
Momentum teknikal secara umum masih positif karena indikator MACD berada di jalur lonjakan dan RSI tetap berada di zona positif. Dukungan dan resistance ini memberikan kerangka bagi interpretasi pergerakan DXY dalam beberapa sesi ke depan. Patokan ini membantu trader menilai peluang transaksi dengan risiko yang lebih terukur.