Data PPI Januari menunjukkan kenaikan 0.5% secara mom, lebih tinggi dari ekspektasi 0.3% dan menambah kekhawatiran bahwa tekanan inflasi belum mereda. Angka final demand naik 2.9% secara YoY, menandakan bahwa tekanan harga grosir masih kuat meskipun volatilitas kategori tertentu bisa mempengaruhi pembacaan saat itu.
Kondisi ini memicu fokus pada rencana Federal Reserve: apakah inflasi tetap di atas target akan memicu jeda atau bahkan peningkatan suku bunga? Sementara itu, kerangka kebijakan terlihat hati-hati, dengan minat investor pada pergerakan PCE sebagai ukuran utama inflasi yang dipantau para pejabat dan pelaku pasar.
Secara teknikal, DXY diperdagangkan sekitar 97.63, dengan bias jangka pendek mildly bullish karena harga bertahan di atas 50-day EMA sekitar 97.85, meskipun masih tertahan di bawah 200-day sekitar 99.50. Resistensi terdekat berada di kisaran 98.00–98.20, sementara zona support sekitar 97.40 dan 97.00 menjaga arah gerak pasar.
Rangkaian risiko geopolitik, termasuk pembahasan nuklir AS-Iran di Jenewa dan ketidakpastian terkait tarif global pasca putusan Mahkamah Agung, menambah volatilitas. Kondisi ini membentuk lingkungan bagi pergerakan dolar dan menambah fokus pada bagaimana inflasi akan membentuk jalur kebijakan moneter di masa depan.
Walaupun ada ketidakpastian, DXY diperkirakan mempertahankan kisaran 97.6–97.9, dengan kemajuan bulanan Februari di sekitar 0.6% mengindikasikan pembalikan moderat. Pasar menilai bahwa potongan suku bunga penuh belum akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, dengan penentu kebijakan menunda langkah tersebut hingga Juli setidaknya.
Dari sisi teknikal, level 97.00–97.40 berperan sebagai dukungan utama, sementara 98.50–98.80 berpotensi menjadi zona resistance utama. Break di atas 98.80 akan memperkuat bias bullish menuju 99.50, sedangkan penembusan di bawah 97.00 menambah tekanan bearish menuju 96.40.
Ringkasan kebijakan Fed menunjukkan adanya perdebatan di antar pejabat mengenai potensi kenaikan suku bunga jika inflasi tetap berada di atas target, meskipun beberapa pejabat menekankan perlunya menilai data inflasi terlebih dahulu. Keputusan ini menambah dimensi ketidakpastian bagi jalur suku bunga dan kurva imbal hasil.
Secara garis besar, tren mingguan dolar menunjukkan penekanan dalam kerangka jual pada sebagian besar periode, meskipun ada pemulihan teknikal jangka pendek. Rintangan seperti 98.50–100.00 tetap relevan untuk mengukur kekuatan dolar, sehingga manajemen risiko menjadi prioritas bagi trader dan investor.
Rencana trading yang diusulkan adalah posisi long pada DXY dengan open 97.63, stop loss 97.40, dan take profit 98.80. Rasio risiko-imbalan sekitar lebih dari 1:1.5, memenuhi kriteria yang ditetapkan. Sesuaikan ukuran posisi dengan toleransi risiko dan hindari over-leverage, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik.