
Rilis ISM Manufacturing PMI Mei menunjukkan peningkatan ke level 54, mengindikasikan daya tahan ekonomi AS yang lebih kuat dari ekspektasi. Data ini melampaui konsensus 53 dan menambah keyakinan bahwa permintaan domestik tetap terjaga. Akibatnya, dolar AS mendapat dukungan dari pemulihan aktivitas industri dan membebani imbal hasil global dalam beberapa sesi terakhir.
Employment Index naik menjadi 48.6, menandakan perbaikan di pasar tenaga kerja meskipun masih menunjukkan perlambatan relatif. Perbaikan tenaga kerja meningkatkan prospek konsumsi rumah tangga dan menjaga laju pertumbuhan. Di sisi lain, perkembangan geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi risiko yang membatasi sentimen investor meskipun data AS memberikan dukungan.
Para investor juga memantau dinamika Iran–AS. Setelah Iran menghentikan komunikasi melalui jalur pesan, sentimen sempat terguncang, tetapi beberapa pernyataan Selasa menenangkan pasar, termasuk klaim bahwa tidak ada pasukan AS ke Beirut dan Hezbollah menyetujui berhenti menembak. Secara keseluruhan, data AS yang lebih kuat menambah tekanan pada mata uang lain dan memacu dinamika dolar di ruang perdagangan Asia-Pasifik.
GBP/USD bergerak terbatas di sekitar level 1.3460 ketika dolar menguat, meskipun risiko secara umum tetap stabil. Pasar menahan diri menunggu konfirmasi lebih lanjut dari data ekonomi AS dan pengaruhnya terhadap ekspektasi kebijakan bank sentral. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen risiko tetap membantu USD melawan beberapa pasangan utama.
USD/JPY naik menuju zona 159.70 didorong oleh imbal hasil AS yang lebih tinggi dan data ekonomi yang lebih kuat. Lonjakan tersebut memicu ketegangan terhadap kemungkinan intervensi Jepang jika level tersebut dipertahankan dalam sesi Asia berikutnya. Di sisi lain, minyak WTI berada di sekitar $92.40 per barel; sentimen geopolitik mendukung volatilitas, meski risiko pasokan tetap terjaga.
AUD/USD turun mendekati 0.7160 karena penguatan dolar dan sentimen pasar yang hati-hati. Penurunan AUD mencerminkan peningkatan permintaan terhadap aset berdenominasi dolar dan pengurangan sikap risk-off. Investor memperhatikan dinamika antara dolar, harga minyak, dan berita regional untuk menilai peluang trading jangka pendek.