Presiden AS Donald Trump dan Senator Chuck Schumer berupaya merundingkan pembatasan baru terhadap agen imigrasi federal. Dalam rencana ini, parlemen diprediksi akan memisahkan pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri DHS menjadi undang-undang tersendiri. Langkah ini memungkinkan sebagian besar pemerintah tetap berjalan meski pembahasan kebijakan imigrasi berlanjut melalui perpanjangan jangka pendek bagi DHS.
Strategi ini dirancang untuk menjaga operasional pemerintah tetap berfungsi sambil para pembuat kebijakan menimbang opsi-opsi imigrasi. Dengan demikian, beban fiskal bisa ditunda sambil memperdalam debat kebijakan yang menjadi fokus pertemuan bipartisan. Namun, beberapa kalangan konservatif di DPR sudah menolak perubahan paket yang telah disetujui oleh DPR sebelumnya.
Reaksi pasar terhadap langkah ini akan sangat tergantung pada bagaimana para investor menilai risiko fiskal dan stabilitas anggaran. Jika kompromi dapat menghindari penutupan penuh sambil menjaga kesinambungan belanja, volatilitas bisa mereda dalam jangka pendek. Namun, dinamika politik yang berlarut-larut tetap berpotensi menambah ketidakpastian bagi outlook ekonomi AS.
Sejak berita dirilis, Indeks Dolar AS DXY melemah sekitar 0,29 persen dan diperdagangkan sekitar 96,06 ketika laporan ini ditulis. Pergerakan itu mencerminkan respons pasar terhadap ketidakpastian kebijakan imigrasi dan potensi perubahan alokasi pendanaan pemerintah. Investor tampak menilai risiko fiskal sebagai faktor utama yang dapat membentuk arus modal jangka pendek.
Analisis pasar menunjukkan bahwa tenggat fiskal sering memicu fluktuasi pada dolar AS karena pasar menimbang dampak biaya pinjaman, aliran dana, dan preferensi aset safe haven versus risiko. Ketidakpastian kebijakan imigrasi memperkuat bias terhadap aset safe haven bagi sebagian investor, meski beberapa pelaku pasar juga mencari peluang di aset berisiko jika ada kemajuan negosiasi.
Dalam kerangka pandangan menengah, arah pergerakan DXY akan sangat bergantung pada hasil negosiasi dan ukuran risiko yang pasar rela ambil. Bila langkah politik berakhir dengan kompromi yang meningkatkan kepastian fiskal, dolar bisa melemah karena pasar menakar biaya jangka panjang kebijakan imigrasi. Sebaliknya, jika ketidakpastian berlanjut, dolar cenderung menguat sebagai tempat perlindungan nilai di tengah gejolak politik.