
Indeks dolar AS turun ke kisaran bawah 99,0-an sepanjang awal pekan, seiring bertambahnya selera risiko di pasar. Berita mengenai kemungkinan perjanjian antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik telah meningkatkan sentimen investor dan mendorong pelaku pasar untuk mengambil exposure lebih berisiko. Pergerakan harga DXY juga menunjukkan penurunan karena dimulainya minggu perdagangan dengan nada lemah bagi dolar.
Penutupan minggu lalu yang tertekan membuat DXY melanjutkan gerak turun, dengan level 99,30 sebagai titik terendah 10 hari. Para pelaku pasar menilai memorandum yang membuka jalan bagi berakhirnya perang dan pembukaan kembali jalur Hormuz sebagai faktor pendukung bagi risiko yang lebih tinggi di pasar keuangan.
Momentum sentimen positif mendorong penurunan imbal hasil Treasury dan tekanan pada dolar, meskipun detail kesepakatan masih terbatas. Analisis pasar menyoroti dinamika risk-on yang bisa berlanjut selama berita terkait tetap memberi kepercayaan pada investor untuk menambah eksposur pada aset berisiko.
DXY diperdagangkan sekitar 99,50 pada saat penulisan, menandai sentimen bearish jangka pendek setelah menembus batas bawah saluran naik. Penembusan tersebut mengindikasikan perubahan arah relatif terhadap gerak sebelumnya dan meningkatkan fokus pada level support terdekat sebagai pijakan downside berikutnya.
Indikator momentum mendukung gambaran melemahnya momentum bullish, dengan RSI 4 jam di bawah 40 dan MACD berada di wilayah negatif. Kombinasi ini memperkuat ekspektasi penurunan lebih lanjut dalam beberapa sesi ke depan.
Area support penting berada di sekitar 99,38 sebagai batas sesi, dengan level lanjutan di 99,15 dan 98,75 jika tekanan penjualan berlanjut. Di sisi atas, konfluensi antara sisa saluran yang ditembus dengan area dukungan sebelumnya sekitar 99,65 menandai hambatan bagi upaya rebound. Jika harga berhasil menembus di atas 99,65, fokus berikutnya adalah level 100,00 dan kemunculan tertinggi 100,30 pada 11 Juni.
Berita ini berdampak pada aset berisiko dan struktur pasar secara umum. Cetro Trading Insight menilai bahwa ketidakpastian terkait kesepakatan dapat meningkatkan volatilitas dolar dalam beberapa hari ke depan. Manajemen risiko tetap menjadi kunci bagi pelaku pasar mata uang karena fluktuasi ini bisa mempengaruhi eksposur mata uang secara luas.
Secara teknis, jika DXY bisa menembus 99,65 dan bertahan di atasnya, level 100,00 dan 100,30 menjadi target near-term dengan konfirmasi lebih lanjut. Namun sinyal trading yang jelas belum terlihat dari analisis ini, sehingga kehati-hatian tetap diperlukan sambil menunggu konfirmasi pasar yang lebih kuat.
Para trader disarankan menunda tindakan besar dan fokus pada manajemen risiko hingga ada sinyal konklusif. Jika sentimen risiko tetap positif, dolar bisa melemah lebih lanjut; sebaliknya, volatilitas bisa meningkat jika ada berita baru yang memicu pergeseran arah pasar.