Indeks DXY melemah untuk hari kedua berturut-turut dan diperdagangkan sekitar 99.8 pada jam perdagangan Asia. Permintaan aset safe-haven berkurang seiring meningkatnya optimisme bahwa ketegangan di Timur Tengah mulai mereda. Pernyataan Presiden AS bahwa keterlibatan di Iran mungkin berakhir dalam dua hingga tiga minggu menambah dorongan risiko positif bagi pasar.
Diskursus geopolitik tetap mengalami nuansa campuran. Meski Trump menyiratkan penyelesaian cepat, pejabat Iran menekankan perlunya jaminan mengikat untuk mengakhiri perang secara menyeluruh. Ketegasan itu menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih penuh teka-teki dan volatilitas tetap ada.
Di sisi fundamental, komentar dari Fed Chair Jerome Powell bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang tetap terjaga menekan kekhawatiran bahwa harga energi akan mendorong inflasi secara berkelanjutan. Hal ini memperkuat gambaran bahwa dolar bisa rentan terhadap sentimen risiko yang lebih tinggi, meskipun indikator inflasi masih berada di pusat perhatian para pelaku pasar. Para analis di Cetro Trading Insight menilai dinamika ini dapat menambah tekanan pada dolar jika data ekonomi lain menunjukkan pelemahan.
Kebijakan moneter dan dinamika inflasi membentuk bingkai pergerakan pasar. Powell menegaskan ekspektasi inflasi jangka panjang tetap terjaga, yang menenangkan pasar bahwa risiko pengetatan kebijakan belum menjadi prioritas jika tekanan harga stabil. Dengan itu, pasar menafsirkan kemungkinan pelonggaran atau pelonggaran lanjutan sebagai bagian dari kebijakan jangka panjang.
Dalam konteks geopolitik, Trump menyiratkan penarikan diri dari perang Iran, menambah sinyal resolusi lebih cepat. Tehran menuntut jaminan dan kompensasi untuk menghapus perang secara menyeluruh. Perbedaan posisi ini memperhebat ketidakpastian di pasar meskipun tren umum cenderung menuju penurunan ketegangan.
Para investor cenderung mengalihkan aliran ke aset berisiko seperti saham dan komoditas ketika sentimen membaik. Cetro Trading Insight mencatat likuiditas dolar cenderung melemah saat risiko menurun, sehingga peluang pergerakan pada indeks seperti DXY bisa lebih besar. Pelaku pasar perlu memantau rilis data ekonomi dan komentar kebijakan selanjutnya untuk mengonfirmasi arah.
Rekomendasi praktis bagi pelaku pasar adalah memantau level support dekat 99.6–99.9 dan level resistance sekitar 100.2–100.5 untuk konfirmasi arah. Jika DXY menembus bawah 99.6, potensi tekanan lebih lanjut menuju 99.2 bisa muncul. Sebaliknya, retace ke atas 100.2 bisa menambah peluang rebound.
Secara teknikal, pergerakan menurun bertahap dalam beberapa sesi terakhir bisa menguatkan bias penurunan. Trader bisa mempertimbangkan skema perdagangan dengan rasio risiko-imbalan minimal 1:1.5. Misalnya membuka posisi jual sekitar 99.8 dengan target 99.2 dan stop di 100.2.
Disarankan juga untuk memperhatikan faktor fundamental seperti pernyataan pejabat Federal Reserve dan dinamika geopolitik. Sesuaikan ukuran posisi dengan profil risiko masing-masing dan pastikan manajemen risiko tetap disiplin. Dalam praktik, rencana perdagangan harus disesuaikan dengan data ekonomi terbaru yang relevan.