Indeks Dolar AS (DXY) mencoba rebound setelah empat hari terkoreksi, bergerak di sekitar level 96.0 dalam perdagangan Eropa. Narasi jual Amerika terus mendominasi sentimen meskipun beberapa faktor teknis menunjukkan pergerakan stabil di dekat level kunci. Para pelaku pasar memetakan peluang dari komentar pejabat dan perkembangan politik yang bisa mengubah dinamika permintaan dolar.
Sementara itu, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75% saat pertemuan dua hari berakhir pada hari Rabu, sebelum konferensi pers yang akan memberi panduan kebijakan ke depan. Pasar menimbang materi komunikasi The Fed untuk mengukur jalur kebijakan di bulan-bulan mendatang. Sinyal dari staf FOMC dan komentar Ketua Fed Powell akan menjadi kunci arah dolar dalam beberapa sesi ke depan.
Presiden Trump menyatakan bahwa nilai USD adalah "hebat" saat ditanya apakah mata uang telah turun terlalu banyak. Komentar itu menambah tekanan jual terhadap dolar karena menambah kebingungan mengenai arah kebijakan fiskal dan respons kebijakan moneter ke depan.
Pemimpin Mayoritas Senat AS John Thune mengatakan kedua partai sedang bernegosiasi mengenai pendanaan pemerintah dengan Gedung Putih, sementara Demokrat mengancam akan menutup sebagian operasi federal jika negosiasi tidak mencapai kesepakatan. Debat politik menambah risiko bagi investor yang menimbang kesinambungan fiskal dan kebijakan migrasi. Kondisi ini memperluas volatilitas di pasar DXY dan pasangan mata uang utama lainnya.
Jonas Goltermann, wakil kepala ekonom pasar di Capital Economics, menulis bahwa tekanan terhadap dolar bisa berkurang jika laporan menunjukkan intervensi valuta asing secara langsung sedang dipertimbangkan pemerintah AS. Ia menekankan bahwa langkah seperti itu bisa mengubah dinamika kurs secara signifikan dalam jangka pendek. Meski begitu, pasar tetap berhati-hati menunggu konfirmasi kebijakan dari otoritas fiskal dan moneter.
Para pedagang juga menjaga posisi karena munculnya spekulasi bahwa calon pengganti Powell bisa mendorong pemotongan bunga lebih cepat, yang akan menekan dolar lebih lanjut. Ketidakpastian tentang arah kebijakan ini meningkatkan isu risiko bagi investor yang menimbang risiko geopolitik dan kebijakan dalam beberapa bulan ke depan.
The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75% dalam pertemuan dua hari, dengan fokus besar pada konferensi pers untuk sinyal jalur kebijakan di bulan-bulan mendatang. Keputusan ini bisa mengubah ekspektasi pasar mengenai arah suku bunga dan likuiditas dolar secara umum. Investor menilai bagaimana respons The Fed terhadap data ekonomi terbaru akan membentuk pola perdagangan USD dalam beberapa minggu mendatang.
Beberapa skenario menunjukkan bahwa jika calon penggantinya lebih dovish dibanding Powell, jalur pemotongan suku bunga bisa lebih cepat, menambah tekanan pada dolar. Namun, jika komentar pejabat memberikan sinyal penundaan pemotongan, dolar bisa mempertahankan posisi relatif. Ketika adalah kombinasi antara dinamika kebijakan dan narasi politik, pasar valuta asing berpotensi mengalami fluktuasi besar.
Secara keseluruhan, dolar tetap rentan terhadap berita politik dan kebijakan moneter, dengan sentimen yang mudah berubah seiring turunnya volatilitas teknis maupun kejutan kebijakan. Investor disarankan memantau pernyataan The Fed dan perkembangan politik terkait pendanaan pemerintah untuk memahami arah dolar ke depan.