Nomura Global Markets Research Team menilai bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) kemungkinan besar akan menahan suku bunga pada level saat ini sepanjang tahun 2024 dan melanjutkan kebijakan serupa pada 2025. Ekspektasi ini didasarkan pada asumsi bahwa harga energi, khususnya Brent crude dan gas Dutch TTF, berbalik ke level mendekati masa sebelum konflik. Meski demikian, risiko utama tetap ada jika dinamika energi tetap tinggi dan menjaga tekanan inflasi cukup kuat.
Analisis ini menekankan bahwa pergeseran kurva harga komoditas energi menjadi lebih tinggi mendorong pasar memperkirakan sejumlah kenaikan suku bunga. Secara spesifik, pasar memperkirakan sekitar 25 basis poin (bp) kenaikan hingga Desember 2026 dan sekitar 33 bp hingga Desember 2027. Pergerakan harga energi akan menjadi kunci dalam mengukur respons kebijakan ECB ke depannya.
Keterangan resmi dari tim Nomura menyebutkan bahwa skenario baseline tetap menahan suku bunga karena dampak ekonomi nyata diharapkan tidak terlalu besar jika kurva Brent dan TTF kembali ke level yang lebih rendah. Namun, mereka menekankan fakta bahwa perubahan signifikan pada harga energi bisa mengubah kalkulasi ini, terutama menjelang pertemuan ECB pada Juni nanti. Oleh karena itu, para pelaku pasar perlu memantau dinamika kurva energi hingga pertemuan Juni.
Dalam skenario pertama, jika kurva energi menurun ke level sebelum konflik, prospek inflasi inti (HICP) diperkirakan stabil, mengurangi kebutuhan untuk pengetatan lebih lanjut. ECB dapat menahan suku bunga sesuai prediksi, dengan risiko inflasi yang tetap terkontrol. Pendekatan ini juga menekankan pentingnya stabilitas harga energi bagi ekonomi nyata.
Sementara itu, jika harga energi tetap tinggi hingga rapat Juni dan melampaui ekspektasi, proyeksi inflasi akan membaik secara berbeda. Kenaikan kurva energi akan meningkatkan proyeksi inflasi, sehingga bank sentral mungkin perlu mengintensifkan kebijakan untuk menjaga tujuan harga stabil. Langkah itu bisa mencakup pengetatan lebih lanjut.
Nomura menilai bahwa skenario kedua, walaupun lebih menantang, memiliki peluang yang cukup besar jika harga komoditas energi tidak turun secara signifikan. Dalam konteks ini, ada kemungkinan satu atau dua langkah kenaikan suku bunga pada 2024 atau 2025 untuk menahan tekanan inflasi jangka panjang. Investors juga akan menilai arah kebijakan ECB terhadap pasar pekerjaan dan pertumbuhan.
Paruh pertama tahun ini, pasar finansial telah mencerminkan ekspektasi tersebut dengan harga sekitar 25 bp kenaikan hingga 2026 dan 33 bp hingga 2027. Respons ini mencerminkan pergeseran kurva Brent dan gas TTF serta ekspektasi inflasi HICP yang meningkat. Analisis ini menyoroti bagaimana dinamika energi dapat mengubah arah kebijakan dalam waktu dekat.
Analisis ini menekankan bahwa pergerakan harga energi menjadi sinyal utama untuk kebijakan ECB ke depan. Jika harga energi menyusut, pasar kemungkinan akan menilai risiko ke arah pengetatan lebih sedikit. Namun jika harga tetap tinggi, kemungkinan kenaikan dua kali lebih besar bisa terjadi, dengan mata uang euro berpotensi bergerak terhadap dolar AS.
Artikel ini, yang disusun dengan bantuan alat kecerdasan buatan dan direview oleh editor, menunjukkan dinamika kebijakan moneter berada di persimpangan antara energi dan inflasi. Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan ini untuk pembaca kami. Kami juga akan menyajikan analisis praktis bagi investor untuk memahami implikasi kebijakan ECB.