EUR/USD Menguat didorong Dolar AS Lemah; Pasar Menanti Data CPI dan PCE

EUR/USD Menguat didorong Dolar AS Lemah; Pasar Menanti Data CPI dan PCE

Signal EUR/USDBUY
Open1.165
TP1.171
SL1.160
trading sekarang

Pasar berada dalam mode kehati-hatian akibat ketegangan AS–Iran dan rilis data inflasi AS yang akan datang. Pelaku pasar menantikan CPI dan PCE untuk menilai arah kebijakan moneter selanjutnya. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) bergerak relatif datar di sekitar 98.70, menciptakan peluang bagi euro untuk menguat.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkatkan risiko terhadap pasokan energi dan potensi kejutan inflasi global. Berita mengenai kemungkinan rilis cadangan minyak strategis oleh negara G7 melalui IEA sedang dipantau, meski langkah konkret masih dibahas. Secara harga, minyak berfluktuasi jelang komentar pejabat terkait, menambah dinamika di pasar energi.

Bank sentral Eropa mempertahankan nada yang berhati-hati; pejabat seperti Kocher menyatakan kebijakan tidak perlu diambil terlalu cepat, sedangkan Müller menyoroti peluang kenaikan suku bunga meskipun perlu kehati-hatian.

EUR/USD menguat ke sekitar 1.1645, setelah rebound dari level rendah empat bulan di 1.1507. Pergerakan ini terjadi di tengah dukungan dari lemahnya dolar AS yang membantu reli pasangan mata uang utama. Daya tarik euro juga didorong oleh ekspektasi bahwa kebijakan moneter utama akan lebih berhati-hati di beberapa negara.

Pergerakan ini didorong oleh pelemahan dolar yang relatif lebih kuat dibanding mata uang utama lainnya, sehingga euro menjadi pilihan bagi para trader. Meski demikian, arah lanjut penguatan sangat bergantung pada keluarnya data inflasi AS dan respons kebijakan dari bank-bank sentral. Pasar menilai bahwa kejutan positif pada CPI atau PCE bisa memperkuat kasus untuk perpanjangan tren naik EURUSD.

Secara teknikal, peluang lanjutan bisa terbuka jika sentimen risiko tetap terkendali dan dukungan energi tetap stabil. Namun volatilitas tetap ada karena dinamika geopolitik dan kebijakan moneter yang bisa berubah tempo sewaktu-waktu.

Kebijakan, Risiko, dan Pandangan Trader

Di sisi kebijakan, beberapa pejabat ECB menegaskan perlunya kehati-hatian: Kocher menyatakan bahwa langkah kebijakan tidak perlu dilakukan terlalu cepat, sementara Müller menilai probabilitas kenaikan suku bunga meningkat meski perlu kehati-hatian. Nada parsial ini mencerminkan fokus pada bagaimana data mendatang akan membentuk prospek kebijakan.

Di Amerika Serikat, fokus investor tertuju pada CPI dan PCE yang akan dirilis, dengan pasar memperkirakan bahwa the Fed cenderung menahan suku bunga dalam waktu dekat sambil membangun kemungkinan pemotongan di paruh kedua tahun ini. Laju pemotongan pertama juga menimbang probabilitas yang diukur oleh alat such as CME FedWatch. Menurut kalkulasi pasar, ada peluang signifikan terkait Juli 2026.

Bagi trader, rencana trading perlu mempertimbangkan keseimbangan antara faktor fundamental dan teknikal. Rencana yang diusulkan adalah membuka posisi pada sekitar 1.1645 dengan target profit di 1.1713 dan stop loss di 1.1600, menjaga rasio risiko/imbalan minimal sekitar 1:1.5 untuk menambah peluang keuntungan yang seimbang.

broker terbaik indonesia