GBP/USD Menguat ke 1.3467 Didorong Data AS Positif dan Ekspektasi Pemangkasan Fed

GBP/USD Menguat ke 1.3467 Didorong Data AS Positif dan Ekspektasi Pemangkasan Fed

Signal GBP/USDBUY
Open1.347
TP1.359
SL1.345
trading sekarang

GBP/USD menguat menuju 1.3467 setelah menyentuh 1.3483 pada sesi ini, menunjukkan aktivitas risiko yang lebih positif meskipun ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi. Nilai tukar Pound juga mendapat dukungan dari sentimen risk-on, sementara dolar AS melemah secara umum. Investor menimbang komentar pejabat tentang kemungkinan akhir perang dan peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve sekitar 40 basis poin di sisa tahun ini. Di saat yang sama, pasar menilai bahwa kebijakan BoE bisa tetap hold meskipun lonjakan volatilitas energi berpotensi menekan inflasi.

Data ekonomi AS yang lebih kuat dari ekspektasi turut menambah optimisme: ADP Employment Change mencapai 15,5 ribu, lebih baik dari minggu sebelumnya. Existing Home Sales Februari juga melesat 1,7% meskipun estimasi kontraksi, menandakan dinamika pasar tenaga kerja dan perumahan yang membaik. Kondisi ini menjaga ekspektasi pemangkasan kebijakan moneter AS secara bertahap meski inflasi tetap menjadi risiko utama bagi The Fed. Investor menilai bahwa kebijakan pelonggaran bisa berjalan perlahan namun tetap terstruktur.

Di sisi lain, eskalasi konflik di Timur Tengah dan potensi kenaikan harga minyak menambah tekanan pada harga konsumen. Pasar membawa sentimen bahwa BoE cenderung menahan suku bunga pada pertemuan 19 Maret, dengan peluang hold sekitar 88%. Gejolak geopolitik bisa membatasi langkah pemangkasan lebih lanjut jika harga energi tetap tinggi, sehingga alur perdagangan GBP/USD tetap dalam kerangka volatil yang wajar.

Rilis data AS menunjukkan dinamika yang berimbang antara data positif dan potensi perubahan kebijakan. ADP Employment Change di 15,5 ribu menunjukkan pertumbuhan pekerjaan, meskipun tidak terlalu besar, sementara Existing Home Sales Februari menanjak lebih dari ekspektasi. Perbaikan di pasar tenaga kerja dan perumahan ini memberi dukungan pada perekonomian, yang pada gilirannya memengaruhi prospek suku bunga The Fed.

Investors menilai bahwa pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sekitar 40 basis poin pada akhir tahun, meskipun risiko inflasi akibat dinamika geopolitik tetap ada. Harga minyak yang lebih tinggi dapat menambah tekanan biaya dan menahan langkah pelonggaran, sehingga volatilitas pada pasangan GBPUSD tetap ada. Pasar menantikan rilis CPI Februari pada pekan ini untuk menguatkan atau menahan proyeksi kebijakan moneter AS.

Secara keseluruhan, dinamika data AS meningkatkan peluang sterling terhadap dolar jika data lebih kuat dari ekspektasi dan inflasi tetap terkendali. Namun peso geopolitik dan respons pasar terhadap dinamika energi akan menjadi faktor penentu arah pasangan mata uang ini ke depan, terutama jika CPI tetap di jalur yang diantisipasi pasar.

Di grafik harian, GBP/USD diperdagangkan sekitar 1.3466 dengan bias mildly bullish jangka pendek. Harga berada di atas garis tren dukungan yang naik sejak kisaran 1.30, dan bergerak dekat rata-rata 50- dan 200-hari yang berada sekitar 1.35, menandakan basis yang sedang terbentuk setelah koreksi dari level 1.38.

Penolakan harga di sekitar tren naik dan kegagalan menembus garis resistance menurun dari 1.3869 menunjukkan minat beli yang menyerap koreksi. Momentum belum menembus resistensi kunci secara definitif, namun tekanan untuk melanjutkan arah ke atas tetap ada jika momentum bisa dipertahankan.

Level penting untuk diperhatikan meliputi support di sekitar 1.3450—jika ditembus, potensi turunnya menuju 1.3400 dan 1.3360. Di sisi atas, resisten utama berada di area 1.3530-1.3550; penutupan harian di atas area tersebut berpeluang membuka jalan menuju target 1.3690, lalu zona 1.3800 sebagai area swing tinggi sebelumnya.

broker terbaik indonesia