
ECB diprediksi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Kamis. Langkah ini menandai fase pengetatan kebijakan setelah jeda sejak September 2023. Bank sentral menilai tantangan inflasi tetap ada seiring meningkatnya biaya energi dan gangguan pasokan akibat konflik di wilayah Timur Tengah. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight, media analitik ekonomi kami.
Para pelaku pasar akan memperhatikan apakah komite akan memberi sinyal bahwa langkah-langkah pengetatan lebih lanjut bisa mengikuti di bulan-bulan mendatang. Proyeksi ekonomi menunjukkan kemungkinan revisi inflasi lebih tinggi sambil pertumbuhan melambat, sehingga ukuran kebijakan bisa menjadi penentu arah. Lagarde dan anggota dewan diharapkan mengemukakan pandangan pada konferensi pers setelah keputusan direalisasikan.
Data baru menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dan biaya produksi yang meningkat, sehingga kekhawatiran mengenai stabilitas harga di masa depan tetap ada. Sinyal kebijakan dari bank sentral mengenai jalur pengetatan berikutnya menjadi fokus utama pasar karena sifat data yang sangat bergantung pada dinamika energi dan geopolitik.
Hingga jelang kebijakan, pasar telah memasukkan peluang kenaikan 25 bps, sehingga perhatian utama beralih pada cara ECB mengomunikasikan langkah-langkah selanjutnya. Pergerakan harga cenderung terbatas pada kisaran tertentu karena ketidakpastian geopolitik dan dinamika energi. Volatilitas tetap tertekan meskipun ada peluang kenaikan suku bunga.
Dalam grafik harian, EURUSD menunjukkan orientasi yang belum jelas dengan tren turun secara jangka pendek. Momentum terlihat lemah sementara RSI berada di sekitar 39, mendekati wilayah belum oversold. Rintangan teknikal berpusat pada SMA 50, SMA 200, dan SMA 100 hari yang berdekatan di sekitar 1.1670–1.1692, membentuk zona resistance yang rapat.
Sementara itu, dukungan pertama berada di 1.1500 secara psikologis, dengan potensi menuju 1.1400 jika tekanan bearish berlanjut. Penembusan di bawah 1.1400 akan memperparah pandangan negatif. Secara teknikal, RSI tetap menunjukkan momentum lemah meski belum mencapai kondisi oversold secara jelas.
Lagarde kemungkinan mempertahankan nada kebijakan yang relatif hawkish, sambil mengakui risiko inflasi yang lebih tinggi. Pasar juga menantikan revisi proyeksi inflasi dan pertumbuhan, yang diperkirakan lebih lemah dibandingkan laporan sebelumnya. Fokus utama pasar pada pernyataan kebijakan adalah bagaimana ECB menyusun jalan ke depan tanpa memberikan komitmen berlebih.
Beberapa pejabat ECB telah menekankan bahwa inflasi bisa lebih persisten, memicu pasar untuk menilai langkah-langkah pengetatan di masa depan. Meski demikian, banyak institusi memperkirakan inflasi 2026 mendekati 3% dan pertumbuhan melambat karena biaya energi lebih tinggi dan kondisi keuangan lebih ketat.
Dalam skenario pasar, pernyataan yang lebih hawkish bisa mendorong EUR naik dengan ekspektasi jalur kenaikan lebih lanjut, sementara pengakuan risiko pertumbuhan dapat membatasi lonjakan tersebut. Perubahan nada komunikasi akan menjadi kunci, karena jika pasar melihat bahwa Juni bukan langkah awal siklus, Euro bisa terjebak meski ada kenaikan suku bunga. Secara teknis, pergerakan harga tergantung pada bagaimana pasar menafsirkan arahan kebijakan.