
Para ekonom Nordea, Jan von Gerich dan Tuuli Koivu, menilai ECB akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juni dan memberi sinyal hawkish tanpa komitmen. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca yang ingin memahami dampak kebijakan tersebut secara jelas. Mereka memproyeksikan empat kenaikan berturut-turut hingga mencapai 3% pada Oktober, sambil menunjukkan inflasi yang tetap berada di atas target.
Mereka menilai jalur kebijakan akan berjalan secara bertahap jika momentum ekonomi tidak melemah secara signifikan. Proyeksi staf ECB juga tetap menunjukkan inflasi di atas target dalam beberapa tahun mendatang, yang mendorong sikap kebijakan yang lebih tegas. Hal ini menandai ketidakpastian terkait ukuran dan jadwal kenaikan di masa mendatang.
Para analis menekankan bahwa jalur kenaikan ini bergantung pada momentum ekonomi yang masih berubah-ubah. Jika data menunjukkan perbaikan berkelanjutan, ECB bisa melanjutkan kenaikan pada Juli dan Oktober. Namun jika pertumbuhan melambat lebih lanjut, langkah berikutnya bisa ditunda atau disesuaikan dengan kondisi data.
Perkiraan ini mengisyaratkan bahwa kebijakan hawkish ECB bisa mendukung penguatan euro terhadap dolar AS jika inflasi dan pertumbuhan tetap menunjukkan momentum yang konsisten. Menaikkan suku bunga secara bertahap akan menjaga arus modal menuju zona euro, terutama jika rilis inflasi menunjukkan penurunan bertahap tanpa gejala perlambatan ekstrim. Dengan asumsi empat kenaikan 25bp, pasar mulai menilai EURUSD berada pada jalur yang lebih tinggi. Namun faktor eksternal seperti kebijakan moneter di negara lain tetap menjadi penentu utama arah pergerakan.
Imbal hasil obligasi euro yang naik sejalan dengan rencana kenaikan dapat menarik aliran modal masuk ke wilayah tersebut dan menambah dukungan bagi euro. Investor juga memperhatikan bahwa kebijakan yang lebih tegas dari ECB bisa menahan tekanan terhadap nilai tukar jika data ekonomi tidak terlalu lemah. Sementara itu, pergerakan EURUSD tetap sensitif terhadap data inflasi dan indikator momentum yang dirilis setiap bulan.
Meski prospek hawkish tetap ada, risiko utama adalah perlambatan momentum ekonomi yang bisa memperlambat pengetatan kebijakan. Jika pelemahan pertumbuhan terlihat jelas, ECB mungkin akan menilai ulang ritme kenaikan atau mempertimbangkan opsi kebijakan yang lebih lembut di masa mendatang. Investor disarankan memantau pernyataan pejabat ECB untuk memahami arah kebijakan yang lebih akurat.
Analisis ini menunjukkan bahwa jalur proyeksi ECB mencerminkan tiga hingga empat kenaikan pada dua tahun ke depan, meskipun inflasi masih di atas target. Rencana ini menggambarkan penyesuaian bertahap terhadap tekanan harga tanpa mengabaikan dinamika pertumbuhan. Komentar pejabat seperti Isabel Schnabel menyoroti bagaimana risiko inflasi bisa bertahan meski ekonomi melambat.
Namun jalur tersebut membawa risiko utama seputar pertumbuhan ekonomi yang tak pasti. Dalam skenario adverse yang diajukan, kebijakan bisa menjadi lebih restriktif meski data pertumbuhan melambat. Investor perlu memahami bahwa proyeksi ECB menyimpan ketidakpastian dan akan bergantung pada data ekonomi yang muncul dalam beberapa kuartal mendatang.
Pada akhirnya, perubahan kebijakan ECB akan terus dievaluasi melalui data ekonomi dan komentar pejabat bank sentral. Investor disarankan mengikuti isu ini secara berkala untuk menilai arah kebijakan dan implikasinya terhadap pasangan EURUSD. Laporan ini menegaskan perlunya pendekatan disiplin, dengan fokus pada jalur kebijakan, inflasi, dan volatilitas pasar.