Menurut Bas van Geffen, senior macro strategist di Rabobank, perang di Iran dan lonjakan harga energi menambah tekanan stagflasi bagi zona euro. Ia menilai dinamika ini menambah ketidakpastian bagi jalur kebijakan ECB. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca kami.
Pandangan tersebut menunjukkan bagaimana dinamika Timur Tengah membuat pola kebijakan lebih bifurkat. Risiko inflasi kini dihadapkan pada pertimbangan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Pasar menilai jalur kebijakan lebih bergantung pada perubahan politik energi dan data ekonomi berikutnya.
Para analis menilai bahwa ECB tidak perlu menaikkan suku bunga sekarang karena tekanan inflasi masih belum meledak. Namun konflik berkelanjutan dan harga energi tinggi bisa mengubah prospek itu di masa depan. Lagarde diprediksi akan lebih hawkish, meskipun mungkin tidak seketat asumsi pasar.
Inti proyeksi Rabobank adalah ECB akan menahan deposito di 2,00% dan menjaga kebijakan hold melalui 2026. Langkah ini mencerminkan fokus pada risiko inflasi yang tetap tinggi dalam konteks ketegangan geopolitik. Perubahan kebijakan tampak bergantung pada bagaimana konflik energi berkembang.
Kondisi pasar energi menjadi tombol kunci bagi keputusan berikutnya. Jika tekanan energi memburuk lebih lanjut, ECB kemungkinan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya. Langkah itu akan diatur dengan hati-hati untuk menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan.
Walaupun Lagarde diduga akan mengarahkan nada lebih hawkish, suasana pasar tidak akan menuntut tindakan drastis. Banyak pihak melihat jalur kebijakan tetap hold setidaknya hingga beberapa tahun ke depan meskipun risiko inflasi berbeda di setiap sektor. Proyeksi ini menekankan perlunya pemantauan data inflasi dan dinamika energi secara berkala.
Kebijakan yang menahan suku bunga dengan nuansa hawkish bisa memberi dukungan bagi euro, meskipun arah jangka pendek masih bergantung pada dinamika geopolitik dan volatilitas energi. Pembaca perlu membedakan antara kebijakan moneter dan gerak teknikal di pasar mata uang. Investor sering menilai perilaku pasar sebagai refleksi ekspektasi terhadap data inflasi dan data pertumbuhan.
Jika status energi memburuk lebih lanjut, ECB dapat menaikkan suku bunga di pertemuan berikutnya. Skenario itu membuat EURUSD rentan terhadap perubahan suku bunga relatif dan aliran modal regional. Ketidakpastian geopolitik menambah tantangan bagi trader dalam menentukan posisi.
Karena analisis ini berfungsi sebagai panduan kebijakan, sinyal trading yang tegas belum bisa dipastikan. Disarankan menunggu konfirmasi data ekonomi dan pernyataan resmi sebelum mengambil posisi. Manajemen risiko sebaiknya mengarah pada rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5, sesuai prinsip kehati-hatian.