Tim Global Markets Research Nomura menilai tekanan upah di zona euro tetap signifikan. Hal ini, menurut mereka, menambah risiko inflasi yang lebih tinggi pada 2027–2028. Analisis ini menunjukkan pasar keuangan telah memasang ekspektasi pengetatan ECB yang relatif moderat hingga 2028, sehingga langkah berikutnya cenderung berupa kenaikan suku bunga, bukan pemotongan.
Di pasar, harga kontrak menunjukkan sekitar 13 basis poin kenaikan hingga Desember 2027 dan sekitar 37 basis poin hingga Desember 2028. Dalam pandangan mereka, upside inflasi menengah dipicu oleh tenaga kerja yang semakin ketat dan pertumbuhan ekonomi yang berada di atas potensi. Oleh karena itu kebijakan selanjutnya oleh ECB lebih mungkin berupa kenaikan, bukan penurunan suku bunga.
Sejumlah faktor membentuk opini tersebut. Inflasi 2026 diperkirakan turun secara umum, tetapi risiko untuk 2027–2028 lebih cenderung ke sisi atas. Tekanan upah yang naik akibat tenaga kerja yang kencang serta pertumbuhan ekonomi di atas potensial diyakini akan menambah tekanan inflasi domestik menjelang akhir 2027 dan terutama 2028.
Nomura menjelaskan bahwa pasar hingga kini cenderung menilai sikap kebijakan ECB akan lebih tegas daripada pelonggaran. Dengan demikian, peluang kebijakan berikutnya menjadi kenaikan suku bunga alih-alih penurunan.
Rencana untuk 2028 secara spesifik mencatat dua kenaikan 25 basis poin, dengan fokus waktu pada 2028 bisa di awal maupun pertengahan tahun. Meski demikian, risiko terhadap lebih banyak kenaikan juga ada jika tekanan inflasi tetap kuat melebihi ekspektasi.
Penekanan utama adalah bahwa pertumbuhan zona euro dan tenaga kerja yang masih panas mendukung evaluasi bahwa inflasi domestik diperkirakan akan naik kembali menjelang 2027 dan 2028. Analisis ini menempatkan ECB pada jalur yang perlu menaikkan biaya pinjaman untuk menjaga tujuan inflasi.
Likuiditas pasar mata uang dan dinamika kebijakan ECB dapat mendorong euro menguat terhadap dolar AS jika ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi lebih tersentralisasi. Cetro Trading Insight menilai bahwa struktur tenaga kerja yang ketat dan pertumbuhan di atas potensi mempertinggi tekanan inflasi, sehingga sisi hawkish dapat berlanjut.
Sementara kapasitas layanan yang terbatas di sebagian besar negara euro memperkuat narasi bahwa zona euro berada dalam suasana pre-financial crisis dengan pasar tenaga kerja mendekati kapasitas penuh. Hal ini menambah bobot pada proyeksi kenaikan suku bunga dan potensi koreksi nilai tukar.
Investor disarankan memantau sinyal inflasi, pertumbuhan, dan komunikasi kebijakan ECB untuk menilai arah EURUSD. Meskipun pandangan jangka menengah mendukung pengetatan, faktor eksternal tetap bisa mengubah dinamika pasar secara signifikan.