WTI bergerak lebih tinggi di awal sesi Asia, mendekati $74.50 per barel, dengan lonjakan sekitar 3,2% pada hari itu. Ketegangan regional meningkatkan kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan. Investor mencari perlindungan dalam komoditas energi di tengah ketidakpastian geopolitik.
Laporan American Petroleum Institute API menunjukkan cadangan minyak mentah AS naik sebesar 5,6 juta barel untuk pekan lalu, menambah dinamika pasokan yang perlu diperhatikan. Sementara itu, konsensus pasar memperkirakan kenaikan sekitar 2,19 juta barel, memberikan perbandingan yang jelas antara proyeksi dan data nyata. Pergerakan harga dipicu oleh kombinasi antara risiko geopolitik dan variasi angka inventori.
Harga WTI berada pada level tertinggi sejak Juni 2025 karena konflik yang meluas antara AS, Israel, dan Iran mengganggu pasokan energi global. Pelaku pasar mencermati perkembangan di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya yang bisa memperberat tekanan pada minyak mentah. Di tengah ketidakpastian tersebut, pergerakan harga tetap sensitif terhadap berita baru tentang potensi gangguan pasokan.
Laporan API menampilkan pertumbuhan persediaan minyak mentah AS sebesar 5,6 juta barel untuk pekan yang berakhir 27 Februari, menambah bias turun di pasar jika bukan penyangga lebih besar. Nilai ini kontras dengan ekspektasi pasar yang lebih rendah, sehingga menambah ketidakpastian arah pergerakan. Para trader menahan posisi menunggu konfirmasi dari data EIA yang akan dirilis kemudian hari.
Pasar menanti laporan EIA untuk konfirmasi arah jangka pendek. Jika EIA menunjukkan penarikan tajam melebihi ekspektasi, WTI bisa menguat lebih lanjut; sebaliknya, jika cadangan bertambah secara lebih besar dari perkiraan, tekanan pada harga bisa berlanjut. Pasar mengukur keseimbangan antara permintaan dan pasokan dengan seksama dalam menghadapi gejolak geopolitik.
Intinya, para pelaku pasar menimbang data API dan ekspektasi EIA untuk menilai dinamika permintaan dan pasokan. Grafik dan survei berikutnya akan menjadi kunci untuk mengarahkan sentimen dalam beberapa sesi perdagangan ke depan. Cetro Trading Insight akan terus menyajikan analisis terperinci untuk pembaca mengenai jalur harga minyak ke depan.
Ketegangan di Teluk Persia serta klaim penutupan Selat Hormuz menambah potensi dukungan bagi harga minyak dalam jangka pendek. Aksi militer dan dukungan dari pihak berwenang untuk melindungi arus perdagangan meningkatkan risiko supply shock yang bisa mendorong pergerakan lebih lanjut. Pasar energi tetap reaktif terhadap berita militer dan kebijakan yang terkait dengan distribusi minyak mentah global.
Pasar minyak juga menghadapi ketidakpastian terkait permintaan global dan aktivitas ekonomi, yang memengaruhi volatilitas harian. Perubahan imbas geopolitik dapat mempercepat pergeseran antara skenario bullish dan bearish dalam waktu singkat. Para investor perlu menilai risiko-imbalan secara cermat karena peluang profitabilitas sering disertai risiko yang setara.
Cetro Trading Insight secara rutin memantau harga minyak dan mengkaji faktor-faktor fundamental serta teknikal yang mempengaruhi pergerakan WTI. Laporan-laporan rutin kami dirancang untuk membantu pembaca memahami dinamika pasar dan membuat keputusan yang lebih sadar risiko.