
Deutsche Bank menilai penurunan terbaru pada minyak mentah dan swap inflasi euro tidak menghapus risiko inflasi yang lebih luas. Philip Lane, kepala ekonom ECB, menegaskan bahwa kejutan energi sebelumnya masih akan memicu tekanan harga. Meski harga minyak telah turun, tekanan inflasi tetap bisa berlanjut melalui efek saling terkait di pasar energi dan komoditas lain.
Lane menyoroti bahwa inflasi masih dalam jalur yang dipicu oleh empat bulan harga energi tinggi. Meski ada penurunan harga minyak, ia memperingatkan adanya efek tidak langsung pada makanan, barang, dan layanan sepanjang tahun ini hingga tahun depan. Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi kebijakan moneter dan menekankan perlunya pemantauan data inflasi secara berkala.
Para analis menilai bahwa kebijakan ECB tetap memprioritaskan bagaimana shock inflasi berlanjut ke inflasi inti. Ketidakpastian di pasar tetap tinggi meski sinyal energi telah berbalik sedikit. Pelaku pasar dianjurkan mengikuti pernyataan pejabat ECB dan rilis data inflasi berikutnya untuk mengukur arah kebijakan.
Pasar tetap sepenuhnya menghargai kemungkinan kenaikan suku bunga ECB kedua pada tahun ini setelah langkah kebijakan terakhir. Latar ini telah sejalan dengan pergerakan EURUSD yang cenderung lebih kuat secara moderat. Kenaikan harga kredit dan ekspektasi hawkish memperkuat sentimen panjang pada pasangan tersebut.
Ekspektasi tersebut mencerminkan volatilitas inflasi energi dan dampak tidak langsungnya terhadap makanan, barang, dan jasa. Investor menilai bahwa ECB akan mempertahankan suku bunga yang lebih lama lebih tinggi. Lane menegaskan inflasi masih berada di pipeline, sehingga kebijakan moneter tetap agresif.
Untuk trader, arah EURUSD sangat bergantung pada perkembangan kebijakan dan data inflasi berikutnya. Pasar bisa menunjukkan pergerakan yang volatil meski bias jangka menengah tetap mengarah ke penguatan euro. Laporan ini dipublikasikan oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami konteks pasar.