ECB Perluas Fasilitas EUREP untuk Semua Bank Sentral Non-Euro: Dampaknya pada Likuiditas Euro dan Dominasi Dolar

ECB Perluas Fasilitas EUREP untuk Semua Bank Sentral Non-Euro: Dampaknya pada Likuiditas Euro dan Dominasi Dolar

trading sekarang

ECB mengumumkan bahwa fasilitas likuiditas euro, EUREP, akan dibuka untuk semua bank sentral non-euro di masa mendatang, asalkan tidak ada alasan regulasi untuk pengecualian. Ketentuan ini berarti EUREP yang sebelumnya terutama diakses oleh bank sentral di wilayah tetangga akan diperluas. Tujuan utamanya adalah memastikan ketersediaan likuiditas euro jauh melampaui batas wilayah euro ketika pasar keuangan sedang mengalami tekanan.

Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat peran euro sebagai mata uang internasional dan meningkatkan kemudahan pembayaran lintas negara. Langkah ini menegaskan bahwa euro dapat diakses ketika diperlukan, bahkan di luar kawah zona euro. Dengan akses yang lebih luas, likuiditas euro di pasar global diharapkan meningkat pada saat pasar sedang turbulensi.

Namun, realitasnya menunjukkan permintaan terhadap likuiditas euro masih relatif rendah jika dibandingkan dengan kebutuhan terhadap dolar. Pada masa krisis, jaringan likuiditas AS lebih luas dan permintaan dolar meningkat kuat ketika pasar global sedang tegang. Menurut analisis dari Cetro Trading Insight, meskipun ekspansi akses penting, dampaknya terhadap likuiditas jangka pendek masih terbatas.

Sebagai perbandingan, jaringan likuiditas Federal Reserve jauh lebih luas. The Fed mempertahankan jalur swap permanen dengan beberapa bank sentral utama dunia seperti ECB, Bank of Japan, Bank of England, Swiss National Bank, dan Bank of Canada. Pada masa krisis, jalur ini berperan penting dalam menjaga arus likuiditas dolar global.

Meskipun EUREP dibuka untuk lebih banyak mitra, permintaan terhadap euro tetap rendah jika dibandingkan dengan kebutuhan terhadap dolar. Pada momen puncak pasar stress, permintaan dolar melalui jalur likuiditas AS tetap kuat, dengan catatan outstanding payments mencapai ratusan miliar dolar. Hal ini menunjukkan keunggulan jaringan dolar yang lebih luas dan fleksibel di berbagai kondisi pasar.

Tujuan euro adalah membuatnya lebih menarik sebagai alat pembayaran lintas negara. Untuk benar-benar menggeser posisi dolar, euro perlu berfungsi sebagai vehicle currency, yakni dipakai secara luas dalam transaksi antar negara dan sektor sektor pendukungnya.

Implikasi bagi Perdagangan Lintas Negara dan Prospek Mata Uang Euro

Langkah ECB berpotensi mempermudah transaksi lintas negara dengan pasokan euro yang lebih besar. Meskipun begitu, kenyataan pasar menunjukkan bahwa adopsi euro sebagai alat pembayaran dominan masih bergantung pada faktor investasi, infrastruktur, dan kebijakan moneter yang konsisten. Pelaku pasar perlu menilai bagaimana likuiditas baru ini akan terhubung dengan kebutuhan nyata mereka di hari-hari normal maupun saat krisis.

Untuk menggeser dominasi dolar, euro perlu dipakai secara luas sebagai vehicle currency. Faktor-faktor seperti biaya, keandalan sistem pembayaran, serta kepastian kebijakan moneter akan memainkan peran kunci. Perluasan akses ini menjadi sinyal bahwa euro bisa lebih tersedia saat dibutuhkan, namun adopsi praktisnya tetap bergantung pada pasar global.

Kesimpulan: kebijakan ini meningkatkan peluang bagi euro sebagai pilihan likuiditas global, tetapi realisasi manfaatnya bergantung pada permintaan nyata, adopsi pasar, dan dinamika kebijakan Bank Sentral utama. Bagi trader dan pelaku pasar, faktor utama tetap volatilitas jangka pendek dan arah kebijakan EBC serta pergeseran kebijakan moneter global yang lebih luas.

Artikel ini disusun untuk Cetro Trading Insight dan direview oleh editor.

broker terbaik indonesia