Yen Stabil Pasca Kemenangan Takaichi: Implikasi Kebijakan Jepang terhadap USDJPY

Yen Stabil Pasca Kemenangan Takaichi: Implikasi Kebijakan Jepang terhadap USDJPY

trading sekarang

Analisis DBS Group Research yang dipublikasikan lewat Philip Wee menyoroti bahwa Yen Jepang telah beranjak dari posisi sebagai salah satu underperformer Asia dan menunjukkan stabilitas lebih kuat pasca kemenangan besar partai Liberal Democratic Party dalam pemilihan snap election 8 Februari. Penilaian ini menyoroti dinamika antara stimulus fiskal dan kebijakan moneter di Jepang, yang pada akhirnya menjaga prospek mata uang tetap positif meskipan volatilitas pasar meningkat. Perubahan kebijakan ini dinilai sebagai katalis utama perubahan sentimen pasar terhadap JPY.

Para analis menyoroti bahwa pasar cenderung mengabaikan reflasi yang didorong stimulus fiskal sementara fokus berlebih pada risiko JGB. Ekspektasi mengenai kenaikan suku bunga Bank of Japan pada bulan April dan potensi pemangkasan suku bunga The Fed pada Juni mendukung gambaran yen yang lebih kuat. Gabungan faktor tersebut membuat risiko kurs bagi JPY kembali seimbang dengan potensi keuntungan bagi mata uang regional.

Berita bahwa dua bank Jepang terbesar dilaporkan siap meningkatkan kepemilikan JGB juga menguatkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas obligasi pemerintah. Langkah ini dinilai membantu menahan lonjakan yield dan menambah ruang bagi yen untuk bertahan lebih kokoh. Dalam konteks ini, para pelaku pasar menunggu konfirmasi arah kebijakan yang bisa mengubah dinamika USDJPY dalam beberapa kuartal mendatang.

USDJPY terlihat melemah dari batas atas kisaran tiga tahun antara 160 hingga 140 setelah Takaichi memenangkan pemilu snap. Pergerakan ini mencerminkan dorongan jual yang kuat dan menempatkan tren jangka pendek pada jalur penurunan. Para pedagang menilai level support kunci sebagai indikator penting untuk potensi pembalikan atau penurunan berlanjut.

Pasar juga menggambarkan harapan kebijakan yang mengundang ketidakpastian, dengan BoJ diperkirakan menambah suku bunga pada April sementara Fed diperkirakan menahan atau memangkas pada Juni. Kombinasi ini dapat meningkatkan volatilitas pada pasangan USDJPY dan mempengaruhi pergeseran yield serta arus carry trade. Secara umum, yen yang lebih kukuh menyiratkan potensi tekanan lebih lanjut terhadap dolar di jangka pendek.

Selain itu, kabar bahwa lembaga keuangan asal Jepang meningkatkan kepemilikan JGB menambah simpangan volatilitas dan menyorot preferensi investor terhadap obligasi pemerintah. Hal ini memberi tekanan tambahan pada USDJPY dan mendorong investor untuk meninjau kembali eksposur FX mereka. Para analis menekankan bahwa dinamika ini akan menjadi kunci dalam menilai risiko portofolio tetap relevan di tengah ketidakpastian kebijakan.

Stabilitas Yen kemungkinan mempengaruhi alokasi aset global, dengan fiskal Jepang yang lebih reflationary membuka peluang bagi ekspor dan investasi domestik. Cetro Trading Insight mencatat bahwa perubahan kebijakan akan memperkuat fondasi pasar FX yang lebih seimbang dalam beberapa kuartal mendatang. Pelaku pasar disarankan memperhatikan sinyal dari bank sentral dan langkah fiskal untuk menilai arah risiko mata uang.

Berikutnya, jika BoJ melaksanakan kenaikan suku bunga pada April seperti yang diproyeksikan, Yen berpotensi menguat terhadap Dolar. Namun jika Federal Reserve menunda pemangkasan atau mempertahankan sikap akomodatif, pergerakan USDJPY bisa lebih terbatas atau terbebani oleh faktor lain. Investor perlu menakar kedua skenario tersebut dalam manajemen risiko dan alokasi portofolio.

S overall, perjalanan USDJPY akan tetap dipengaruhi oleh kombinasi kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan dinamika pasar jangka menengah. Pembaca sebaiknya mengikuti pembaruan dari para analis, termasuk Cetro Trading Insight, untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai arah selanjutnya. Artikel ini disusun untuk pembaca Cetro, sumber analisis pasar terpercaya.

broker terbaik indonesia