NZD/USD diperdagangkan sideways di sekitar 0.6040 saat investor menantikan keputusan OCR RBNZ. Kondisi pasar menunjukkan fase konsolidasi menjelang rilis kebijakan. Para analis mencermati sinyal kecil yang bisa mengubah arah pergerakan, termasuk komentar pejabat bank sentral. Laporan dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa arah pergerakan akan dipicu oleh bagaimana RBNZ menarasikan jalur suku bunga di masa depan.
RBNZ diperkirakan menahan OCR di 2.25% namun beberapa pejabat menunjukkan sikap hawkish terkait prospek inflasi. Data inflasi NZ telah meningkat empat kuartal berturut-turut, dengan CPI Q4 2025 sebesar 3.1% YoY, menambah tekanan pada bank sentral. Selain itu, Wage Price Index untuk kuartal keempat diperkirakan naik 0.8%, menambah elemen risiko upah terhadap kebijakan. Pasar menilai bahwa kombinasi ini memperkaya ruang bagi RBNZ untuk mengisyaratkan pengetatan di masa depan.
Di sisi dolar AS, indeks dolar (DXY) terlihat relatif tenang meski AS menghelat libur panjang dan volatilitas menurun. Inflasi AS Januari melandai menjadi 2.4% YoY, memberi ruang bagi kebijakan moneter yang cenderung berhati-hati di negara adidaya. Namun, investor tetap waspada terhadap perkembangan data ekonomi dan komentar pejabat Federal Reserve. Pergerakan NZDUSD akan sangat dipengaruhi respons pasar terhadap data tersebut dan sinyal RBNZ berikutnya.
Faktor utama penggerak pasar adalah ekspektasi terhadap keputusan RBNZ. Jika OCR tetap di 2.25% tetapi bank sentral memberikan panduan hawkish terhadap jalur suku bunga, peluang penguatan NZD terhadap USD bisa muncul dalam beberapa sesi ke depan. Investor akan mengamati bagaimana persiapan kebijakan diserap oleh pasar obligasi dan ekspektasi inflasi. Penilaian ini bisa memicu paparan posisi bullish pada pasangan mata uang ini.
Sedangkan dinamika dolar AS yang relatif stabil menambah peluang bagi pergerakan NZDUSD. Data inflasi yang lebih rendah di AS mengurangi tekanan terhadap kebijakan moneter, sementara data upah NZ yang naik dapat memperkuat kasus bagi RBNZ untuk menjaga sikap hawkish. Pelaku pasar juga memperhitungkan dampak risiko global terhadap aliran modal dan volatilitas yang mungkin meningkat menjelang keputusan kebijakan. Semua faktor ini bermain bersama membentuk peluang trading yang menarik meskipun risiko tetap ada.
Rencana trading yang diusulkan: entry buy sekitar 0.6040 jika harga menunjukkan momentum melampaui level tersebut, dengan target di 0.6120 dan stop loss di 0.6000. Rasio risiko-imbalan sekitar 1:2, memenuhi syarat minimal 1:1.5. Analisis menunjukkan bahwa skenario ini paling masuk akal jika RBNZ tidak mengecewakan pasar dan data upah menunjukkan tekanan inflasi berlanjut. Perlu dicatat bahwa pasar bisa tetap berada dalam kisaran menjelang rilis data utama, sehingga manajemen risiko tetap penting.