
Cetro Trading Insight menilai bahwa ECB akan memprioritaskan penurunan tekanan inflasi dibandingkan pertumbuhan ekonomi, seiring konflik di wilayah Timur Tengah berlanjut dan tekanan harga meningkat. Menurut Nordea, empat kali kenaikan bunga 25 basis poin diperkirakan akan dimulai pada Juni, membawa suku bunga simpanan ke 3% pada Oktober, dan dipertahankan hingga 2027. Proyeksi ini mencerminkan fokus kebijakan terhadap inflasi meskipun risiko ekonomi tetap tinggi.
Analisis menunjukkan bahwa jalur kebijakan ECB akan lebih terpaut pada jalur inflasi daripada laju pertumbuhan. Ketika menetapkan dasar, para analis menyatakan bahwa langkah awal 25bp adalah yang paling mungkin sekarang, meskipun bisa saja volatilitas konflik energi menyebabkan penyesuaian lebih cepat atau lebih besar jika tekanan harga memburuk. Risiko terhadap hasil kebijakan cenderung condong ke arah kenaikan lebih awal atau ukuran yang lebih besar daripada 25bp jika inflasi tetap kuat.
Inti dari pandangan ini adalah bahwa gambaran inflasi jangka panjang dan evolusi harga energi akan menjadi penentu utama. Pasar akan memantau dinamika harga secara luas dan respons ekonomi terhadap suku bunga yang lebih tinggi, sambil menghadapi ketidakpastian geopolitik. Cetro Trading Insight menekankan bahwa kebijakan ECB dapat membentuk arah pasar keuangan secara luas selama sisa tahun ini dan 2027.
Berdasarkan baseline terbaru yang dipresentasikan Nordea, ECB diperkirakan mulai menaikkan suku bunga 25bp pada pertemuan Juni dan melanjutkan kenaikan bertahap empat kali berturut-turut hingga Oktober, sehingga deposit rate mencapai 3% dan dipertahankan hingga akhir 2027. Kondisi ini mencerminkan komitmen ECB terhadap inflasi meskipun ketidakpastian ekonomi tetap tinggi.
Para analis menambahkan bahwa letak awal kenaikan 25bp tetap menjadi skema yang paling mungkin, namun risiko kebijakan bisa lebih agresif jika prospek harga memburuk lebih lanjut. Jika inflasi tetap berisiko, kejutan lebih besar seperti kenaikan lebih dari 25bp pada Juni bisa terjadi, alih-alih hanya mengikuti pola di awal.
Setelah periode ini, bank sentral diperkirakan menjaga tingkat 3% hingga akhir masa proyeksi, menegaskan prioritas inflasi meskipun tantangan dinamika energi dan volatilitas pasar. Gambaran ini membantu investor menilai jangka waktu pengetatan kebijakan dan potensi penyesuaian pada aset berisiko maupun mata uang utama.
Pengetatan kebijakan ECB berpotensi memberikan dukungan bagi euro terhadap beberapa mata uang utama, terutama jika pasar menilai inflasi akan berkurang risiko pertumbuhan. Sinyal dari Nordea menambah kepastian bahwa jalur kebijakan menuju 3% dapat memperkuat posisi EURUSD dalam beberapa bulan mendatang.
Namun, realitas geopolitik, ransum energi yang berfluktuasi, dan ketidakpastian makro tetap menjadi penghalang bagi pergerakan pasar. Kondisi ini dapat menjaga volatilitas tinggi di pasar mata uang dan obligasi, sehingga investor perlu berhati-hati dalam mengoperasikan posisi jangka pendek maupun menengah.
Bagi investor dan trader, rekomendasi kebijakan fungsional adalah memantau pertemuan kebijakan ECB secara rinci dan menilai risiko-imbalan yang memadai. Dengan asumsi hubungan risiko-imbalan minimal 1:1.5, strategi trading sebaiknya menilai potensi pergerakan EURUSD serta peluang pada instrumen terkait lain, tanpa mengandalkan satu faktor saja.