
Francesco Pesole menegaskan ECB perlu tetap hawkish untuk menahan lonjakan imbal hasil jangka panjang. Kebijakan ini mempengaruhi aliran modal dan dinamika suku bunga global, sehingga EURUSD tetap rentan terhadap perubahan ekspektasi kebijakan. Pasar juga mencermati bagaimana perbaikan harga obligasi mencerminkan risiko bagi mata uang utama.
Menurutnya, perkembangan G7 kemungkinan tidak akan mengubah arah pasar secara berarti. Ia menilai bahwa harga 73 basis poin pemangkasan OIS untuk 2026 terlihat terlalu agresif dan berpotensi mendorong EURUSD turun menuju 1.1600 daripada pulih ke 1.1700 dalam waktu dekat. Kondisi ini menambah tekanan downside bagi pasangan mata uang tersebut.
Meskipun ECB menjaga moderasi risiko downside, kebijakan hawkishnya tidak menghapus semua peluang bagi euro untuk melemah jika jalur kebijakan dan likuiditas tidak memantapkan arah tetap. Pesan ini seiring dengan fokus pada level kunci sekitar 1.1600 dan volatilitas pasar yang bisa tetap tinggi, terutama jika dinamika energi dan geopolitik tidak memberi gambaran jelas seputar jalur perdagangan energi.
Krisis global saat ini membuat G7 diperkirakan tidak akan menghasilkan terobosan berarti bagi pasar. Pelaku pasar tetap memantau sinyal kebijakan utama dan data ekonomi sebagai pendorong utama pergerakan pasangan mata uang. Ketidakpastian ini menjaga EURUSD dalam koridor teknikal yang rapat, meski sentimen cenderung berhati-hati.
Di sisi lain, dinamika geopolitik dan rantai pasokan bisa menambah tekanan pada euro, sementara fokus investor beralih ke pembaruan kebijakan dan data ekonomi kawasan Eropa. Krisis yang ada juga mempercepat upaya Eropa untuk meningkatkan kemandirian di bidang energi dan produksi, sehingga pola aliran modal bisa berubah dalam beberapa bulan ke depan.
Yang membatasi tekanan downside pada EURUSD adalah ECB yang tetap perlu menjaga hawkish stance agar kendali atas ujung kurva imbal hasil tidak tergelincir. Pasar menimbang potensi perubahan kebijakan terhadap risiko likuiditas, dan jalur diplomatik energi menjadi variabel volatilitas yang patut diawasai di minggu-minggu mendatang.
Secara umum, analisis menyoroti EURUSD sebagai pasangan yang sensitif terhadap pernyataan kebijakan dan data ekonomi. Level kunci 1.1600 disebut-sebut sebagai penentu arah jangka pendek, dengan peluang penolakan di atas atau bawah level tersebut tergantung pada keluaran data berikutnya. Pasar juga menilai bagaimana pernyataan ECB mempengaruhi ekspektasi investor terhadap imbal hasil jangka panjang.
Sinyal trading yang diangkat dari konteks makro ini adalah rekomendasi jual pada EURUSD dengan open 1.1650, stop loss 1.1800 dan take profit 1.1400. Rasio reward-risk sekitar 1.67, memenuhi standar minimal 1:1.5 untuk eksposisi berisiko sedang. Setup ini menggarisbawahi potensi penurunan jika tekanan hawkish berlanjut dan EURUSD gagal mempertahankan level teknikal.
Untuk manajemen risiko, disarankan memperhitungkan volatilitas pasar dan ukuran posisi dengan hati-hati. Disiplin dalam mengeksekusi level SL dan TP serta penyesuaian ukuran posisi berdasarkan volatilitas harian dapat membantu menjaga batas kerugian sambil mengejar peluang penurunan lebih lanjut jika skenario makro tetap bearish bagi EURUSD.